Sudahkah Perusahaanmu Punya Amdal? Ini Gunanya

Dalam melakukan sesuatu, kita harus memikirkan dampaknya. Pun dalam hal produksi atau praktik industri. Ada dampak lingkungan yang harus dipertimbangkan dan dipikirkan oleh pemilik usaha. Kita mengenalnya dengan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

Amdal ini diberlakukan kepada para pemilik usaha dan merupakan syarat izin usaha. Pengadaannya dilakukan dalam rangka perlindungan dan pengelolaan terhadap lingkungan.

Kalau kamu adalah pelaku usaha atau seorang yang peduli terhadap keberlangsungan lingkungan hidup, maka kamu perlu tahu hal-hal terkait ini. Artikel ini akan memberikan pembahasannya untukmu. Jadi baca sampai selesai ya!

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)

Kita akan mulai pembahasan terkait materi ini dengan mengetahui pengertiannya terlebih dahulu. Kamu bisa membacanya di berbagai sumber, salah satunya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 Tentang Izin Lingkungan.

Dalam peraturan tersebut dijelaskan, analisis mengenai dampak lingkungan atau Amdal merupakan kajian mengenai dampak penting suatu usaha, dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup.

Hal ini dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau suatu kegiatan.

Dalam Pasal 3 Peraturan tentang Izin Lingkungan dituliskan, bahwa Amdal wajib bagi setiap usaha yang berdampak penting terhadap lingkungan. Lalu selanjutnya, perusahaan yang telah memiliki Amdal akan mendapatkan pengakuan kelayakan lingkungan hidup.

Komponen Amdal

Dalam praktiknya, ada beberapa komponen dalam Amdal yang perlu kamu ketahui, yaitu:

  • Penyajian Informasi Lingkungan (PIL)
  • Kerangka Acuan (KA)
  • Analisis Dampak Lingkungan (Andal)
  • Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)
  • Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)

Dasar Hukum Amdal

Selain Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2012, ada beberapa hal yang dapat dijadikan acuan dan dasar hukum kebijakan lingkungan, khususnya terkait Analisis mengenai Dampak Lingkungan.

Aturan terkait Amdal ini sebetulnya merupakan perwujudan dan pembantu pengamalan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Ketentuan tentang analisis lingkungan yang tertulis dalam PP Nomor 27 Tahun 2012 pun melahirkan beberapa peraturan yang dapat membantu pelaksanaannya, yaitu:

  • Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup
  • Permen atau Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2012 tentang Pedoman Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Analisis Dampak Lingkungan Hidup dan Izin Lingkungan
  • Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengeai Dampak Lingkungan Hidup

Tujuan dan Fungsi Amdal

Kalau kamu sudah mengerti pengertian dari Amdal, sekarang kita akan bahas tujuan dan fungsinya. Mengapa pemerintah sampai harus membuat aturan ini. Berikut pembahasannya.

Analisis mengenai dampak lingkungan merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan dan menjaga kualitas lingkungan. Selain itu juga untuk menekan pencemaran sehingga dampak negatifnya dapat serendah mungkin.

Dengan adanya Amdal ini, baik pemerintah ataupun pelaku usaha akan lebih mudah untuk mengambil keputusan terhadap pelaksanaan suatu kegiatan.

Lalu selanjutnya kita akan bahas soal fungsi-fungsi yang bisa kita dapatkan dari pemberlakuan peraturan ini, diantaranya adalah:

  • Digunakan sebagai bahan perencanaan pembangunan suatu wilayah
  • Membantu mengambil keputusan terhadap kelayakan suatu rencana atau usaha
  • Memberikan masukan untuk menyusun rancangan rinci teknis atau rencana usaha
  • Memberi masukan untuk perencanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
  • Menginformasikan dampak suatu kegiatan atau usaha kepada masyarakat
  • Salah satu tahapan dari izin usaha dan izin kelayakan lingkungan

Manfaat Pemberlakuan Amdal

Selain dari pada fungsinya, ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan oleh kita dari adanya Analisis mengenai Dampak Lingkungan ini. Tidak hanya kita sebagai masyarakat, tapi juga pemerintah hingga pelaku usaha. Berikut akan kita bahas satu per satu.

Pertama, Manfaat bagi Masyarakat

Sebetulnya, penyusunan Amdal tidak hanya harus melibatkan pemerintah seperti staff dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan pihak pengusaha saja. Penyususnan Amdal juga melibatkan masyarakat. Masyarakat pun wajib mengetahui isi Amdal, pasca analisis tersebut rampung dikerjakan.

Ada beberapa manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat ketika suatu rencana atau usaha memiliki Amdal, yaitu:

  • Masyarakat dapat mengetahui dampak lingkungan yang mungkin terjadi dari awal
  • Lalu masyarakat dapat melakanakan dan menjalankan kontrolnya terhadap usaha atau suatu rencana dan kaitannya dengan lingkungan
  • Masyarakat pun dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan
  • Isi form berikut ini untuk mendapatkan demo gratis aplikasi HRIS hari ini.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.

Kedua, Manfaat bagi Pemilik Usaha

Berikutnya yang akan kita bahas adalah manfaat bagi pemilik usaha, berikut ini manfaatnya:

  • Menjamin keberlangsungan suatu usaha
  • Dapat dijadikan referensi untuk pengajuan kredit
  • Bukti ketaatan hukum
  • Dapat menjadi penjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar

Ketiga, Manfaat bagi Pemerintah

Terakhir adalah manfaat yang akan dirasakan oleh pemerintah, diantaranya adalah:

  • Membantu pencegahan kerusakan lingkungan
  • Menghindari konflik yang mungkin terjadi dengan masyarakat
  • Menjaga pembangunan dapat terus sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan
  • Sebagai wujud tanggung jawab pemerintah terhadap keberlangsungan dan kondisi lingkungan hidup

Pembuatan dan Pengajuan Izin Amdal

Lalu, bagaimana jika kita ingin mengajukan izin tersebut atau ingin memiliki izin kelayakan lingkungan yang didalamnya disertakan pula Amdal? Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan sebelum membuatnya, berikut ini ulasannya!

Pendekatan dalam Pembuatan Amdal

Dalam Peraturan Menteri Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan dituliskan, bahwa ada tiga pendekatan yang bisa digunakan oleh kita yang akan mengajukan izin kelayakan lingkungan atau membuat analisis ini.

Satu, Pendekatan Studi Tunggal

Pendekatan studi tunggal dilakukan oleh perusahaan atau pemrakarsa yang berniat melakukan satu jenis usaha dan/atau kegiatan. Lalu kewenangan atau pembinaannya berada di bawah satu kementrian.

Tidak hanya kementrian sih, bisa juga di bawah satu lembaga pemerintah atau nonpemerintah, ataupun dibawah pengawasan satu satuan kerja pemerintah.

Dua, Pendekatan Studi Terpadu

Kedua adalah pendekatan studi terpadu, dilakukan apabila pengusaha atau pemrakarsa berniat melakukan lebih dari satu jenis usaha dan/atau kegiatan.

Kemudian, kegiatan atau usaha tersebut memiliki keterikatan dengan ekosistem atau usaha lainnya. Lalu membutuhkan pengawasan dan pembinaan oleh lebih dari satu kementrian atau lembaga.

Tiga, Pendekatan Studi Kawasan

Terakhir, pendekatan ketiga, yaitu studi kawasan, dimana dilakukan apabila pengusaha atau pemrakarsa akan melakukan lebih dari satu jenis usaha dan/atau kegiatan. Lalu saling memiliki keterikatan dan berada di satu kawasan atau zona tertentu.

Kegiatan pengelolaan dan perencanaannya saling terkait dalam zona tersebut. Dan pengawasan serta pengelolaannya dilakukan oleh pengurus kawasan atau zona.

Keterlibatan Masyarakat dalam Menyusun Amdal

Satu hal yang jadi perhatian khusus dan harus dipelajari saat akan mengajukan Amdal adalah keterlibatan masyarakat. Sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya, bahwa masyarakat harus diikutsertakan dalam pembuatan analisis ini.

Beberapa kriteria atau syarat dari masyarakat yang harus diikutsertakan dalam pembuatan Analisis mengenai Dampak Lingkungan adalah sebagai berikut:

  • Terkena dampak dari usaha atau kegiatan
  • Pemerhati lingkungan hidup
  • Pihak yang terkena pengaruh dari segala proses pengambilan keputusan dalam proses Amdal

Pengikutsertaan masyarakat dalam penyusunan ini dapat dilaukan melalui dua cara. Pertama adalah melalui pengumuman rencana usaha dan/atau kegiatan. Lalu melalui konsultasi publik.

Masyarakat harus terlibat sejak sebelum perumusan atau pembuatan kerangka acuan Amdal. Perannya adalah dengan memberikan saran, komentar dan tanggapan terhadap rencana usaha dan/atau kegiatan. Bentuknya adalah tertulis.

Diluar itu semua, penyusunan Amdal perlu melibatkan beberapa pihak, baik perorangan ataupun penyedia jasa pembuatan Analisis mengenai Dampak Lingkungan.

Penyedia jasa harus mempunyai sertifikat kompetensi yang diperoleh dari hasil uji kompetensi. Sebelum mengikuti uji kompetensi tersebut, seorang yang akan mengikuti uji kompetensi harus mengikuti dan dinyatakan lulus pendidikan penyusunan Amdal terlebih dahulu.

Lalu, bagaimana dengan perusahaan atau usaha milikmu, apakah memiliki dampak terhadap lingkungan, dan apakah sudah memiliki Amdal? Kalau belum, sebaiknya kamu segera mengurusnya, karena apa yang kamu lakukan bisa berdampak pada banyak orang. Selain itu, kepemilikan analisis ini juga akan meningkatkan nilai usahamu.

Selain soal analisis dan perhatian terhadap lingkungan, ada hal lain yang perlu kamu perhatikan dalam menjalankan usaha, yaitu terkait keuangan. Kamu perlu mengatur dan mencatatnya dengan baik.

Ada satu aplikasi yang bisa membantumu mencatat arus keuangan secara digital, yaitu JojoExpense dari Jojonomic. Aplikasi ini bisa membantumu mencatat arus keuangan khususnya cash advance dan reimbursement dimana saja dan kapan saja. Sehingga kerjamu akan lebih efisien. Selamat mencoba!