Client Server, Sistem untuk Database Perusahaanmu

Saat ini, kalau kamu membutuhkan suatu informasi, atau penjelasan tentang suatu hal, kemana kamu akan mencarinya? Mungkin kamu akan menjawab Google, atau laman pencarian lainnya. Misalkan saat akan mencari informasi soal data statistik di Indonesia, mungkin kamu akan membuka laman Badan Pusat Statistik.

Oops! We could not locate your form.

Ketika kamu melakukan kegiatan pencarian atau permintaan terhadap suatu data, maka kamu akan dibantu oleh kerja jaringan client-server. Mungkin kamu bertanya-tanya dengan maksud dari jaringan client server. Artikel ini akan memberikan penjelasannya, jadi baca sampai selesai ya!

 Client Server

Apa sih yang dimaksud dengan client server? Kata client atau server yang berdiri sendiri mungkin sudah sering kamu dengar. Tapi bagaimana ketika dua kata tersebut digabungkan? Sebagaimana kata lain, ketika digabungkan maka ia akan menghasilkan satu arti yang baru. Begitu pun client server, bagian ini akan memberikan penjelasannya.

Kata client dalam konteks client server dapat diartikan sebagai sistem atau proses yang melakukan permintaan kepata server. Sedangkan server, diartikan sebagai sistem atau proses yang menyediakan data atauhal yang diminta oleh client.

Berdasarkan pada dua pengertian barusan, client server bisa diartikan sebagai sebuah paradigma dalam teknologi infomasi. Paradigma tersebut merujuk pada cara menyalurkan data, informasi, atau aplikasi melalui dua perangkat atau dua pihak, yaitu client dan server.

Konsep Client Server

Dalam buku Panduan Aplikatif dan Solusi Membuat Aplikasi Client Server dengan Visual Basic 2008 dikatakan, bahwa ini adalah sebuah konsep. Konsep client server merupakan satu model komunikasi, yang melibatkan dua komputer atau lebih. Fungsinya adalah melakukan pembagian tugas.

Tugas client adalah melakukan input, update, penghapusan, dan menampilkan data dari sebuah database. Sedangkan tugas server adalah menyediakan pelayanan untuk melakukan manajemen, menyimpan, dan mengolah database.

Perangkat Client Server

Dalam menjalankan kerjanya, client server memerlukan beberapa perangkat. Perbedaan tugas dan kegunaan dari keduanya membuat pernagkat yang dibutuhkan oleh keduanya juga berbeda.

Pada client misalnya, sebagai bagian permintaan dan berhubungan dengan pengguna, maka perangkat yang dibutuhkan adalah komputer atau sebuah software. Software dapat terinstal dalam perangkat smartphone kita.

Untuk server, perangkat yang dibutuhkan atau digunakan adalah komputer, yang sudah dirancang secara khusus untuk melayani client. Mengapa butuh komputer yang dirancang khusus? Hal ini karena sever menyimpan banyak sekali data dan informasi.

Dalam sistem kerjanya, ia akan menerima permintaan, kemudian mengolahnya dan mengirimkan kembali respon sesuai dengan permintaan. Untuk itu, perangkat yang dibutuhkan adalah komputer dengan kapasitas besar dan performa yang tinggi. Hal ini karena mungkin saja server menerima permintaan yang banyak dalam satu waktu yang sama.

Kelebihan dan Kekurangan Client Server

Ketika kamu memutuskan untuk menggunakan teknologi informasi ini, kamu mungkin akan merasakan beberapa kelebihan dan kekurangan. Hal ini bisa jadi pertimbangan bagi kamu sebelum menggunakannya. Berikut kita akan bahas.

Kelebihan

Pada bagian pertama, kita akan bahas soal kelebihan kerja jaringan client server. Kelebihan yang bisa kamu dapatkan adalah kontrol dan back up data secara terpusat oleh server.

Kelebihan berikutnya adalah skalabilitas, dimana kamu bisa menambah jumlah komputer atau server pada perangkat client. Hal ini tidak akan memberikan pengaruh yang besar.

Kelebihan terakhir yang bisa kamu rasakan adalah pada hal keamanan. Maksud dari keamanan disini, server dapat mengawasi dan membatasi akses data ataupun informasi dalam server tersebut. Server juga dapat mengatur pembatasan informasi terhadap user,  sehinggauser hanya dapat mengakses informasi yang menjadi haknya.

Kekurangan

Disamping kelebihan, tentunya ada kekurangan dari jaringan client server. Kekurangannya adalah kemungkinan adanya kegagalan pada pusat kontrol.Ketika server tunggal yang digunakan untuk mengatur resource mengalami masalah, maka akan menyebabkan terhentinya semua aktivitas pada jaringan tersebut.

  • Isi form berikut ini untuk mendapatkan demo gratis aplikasi HRIS hari ini.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.

Kemungkinan ini disebut juga dengan ancaman Single Point of Failure (SPOF). Misalkan sebuah server yang menyimpan database email dan password user, lalu jaringan tersebut mengalami kegagalan. Maka kemungkinanannya, para pengguna atau user tidak dapat mengakses jaringan tersebut, sampai server-nya pulih.

Kekurangan berikutnya yang mungkin kamu rasakan adalah biaya yang mahal. Kebutuhan atas penyimpanan yang besar membuat kamu butuh komputer super sebagai server. Selain itu, kamu juga butuh mengeluarkan biaya untuk tenaga IT khusus yang akan melayani para client dan mengelola sever ini.

Terakhir, kekurangan yang mungkin kamu rasakan adalah kelambatan jaringan. Konsep ini memungkinkan banyaknya pengguna mengakses dalam satu waktu. Nantinya, akses yang terlalu banyak akan membuat jaringan melambat.

Arsitektur Client Server

Jaringan client server digunakan untuk memudahkan kita mencari berbagai informasi dan mengakses data. Dalam pengaplikasiannya kita membutuhkan konektivitas yang dinamakan arsitektur.

Arsitektur client server merupakan model konektivitas pada jaringan yang akan membedakan fungsi client dan fungsi server. Ketika kamu akan membuat jaringan ini menggunakan arsitektur client server, ada beberapa model arsitektur yang bisa kamu pilih.

Arsitektur Standalone (1-Tier)

Model pemorgraman pertama adalah arsitektur standalone atau 1 tier. Konsepnya adalah komputer mengakses database dari komputer itu sendiri. Atau dengan kata lain aplikasi antarmuka pengguna dan akses database ada dalam satu komputer yang sama.

Model ini juga dapat diaplikasikan di dua atau lebih komputer. Dimana salah satunya menjadi server yang akan mengolah dan memberikan data. Satu lagi bertugas sebagai client yang akan meminta data. Seperti pada pengertian dari client server.

Karakteristik

Ada beberapa karakteristik dari model pertama ini, diantaranya adalah:

  • Beban jaringan menjadi tinggi. Hal inidikarenakan data yang diminta adalah database keseluruhan dari komputer server ke komputer
  • Komputer yang meminta data harus memiliki kemampuan proses yang tinggi, agar dapat menerima data yang diminatnya.
  • Model ini tepat digunakan untuk bisnis skala kecil yang penyimpanan datanya cukup dalam satu komputer, tapi tidak cocok untuk sistem penyimpanan data berjaringan.

Arsitektur Client Server (2-Tier)

Pada model yang kedua ini, akan ada lebih dari satu komputer, dimana nanti akan dibagi fungsi komputer client dan server. Bagi komputer client, hal yang dapat dilakukan adalah penyediakan layanan kepada pengguna.

Layanannya berupa permintaan data, mengirimkan statement untuk menambah, mengubah atau menghapus data. Sedangkan tugas pengellaan dan pemberian jawaban atas permintaan client dipegang oleh server.

Karakteristik

Beberapa karakteristik dari model arsitektur 2 tier adalah sebagai berikut:

  • 2-Tier terjadi pada model pemrograman database dua tingkat. Tingkat pertama adalah client, dan kedua adalah
  • Komputer client hanya dapat mengirimkan statement untuk meminta data.
  • Komputer server dituntut memiliki kemampuan yang tinggi untuk menerima dan memproses permintaan dari komputer
  • Beban jaringan menjadi lebih ringan, karena data yang beredar hanyalah data yang diminta.
  • Sederhana dan mudah diterapkan.

Arsitektur N-Tier

Model ketiga ini membagi komponen menjadi entitas 1-Tier dan n-1. Tugas antara client dan server-nya sama dengan model sebelumnya. Pada model ini server dibagi menjadi dua komponen, yaitu server yang dipakai sebagai objek bisnis atau middle-tier dan server penyimpan database

Karakteristik

Ada beberapa karakteristik dari model ketiga ini, diantaranya adalah:

  • Model ini membagi sistem ke dalam tiga lapisan, sever, middle tier dan
  • Lapisan middle-tier menyediakan perintah untuk mengolah database seperti stored procedure, rumus untuk mengakses database, dan lainnya.
  • Lebih mahal dari model 2-Tier
  • Membutuhkan adaptasi yang luas apabila terjadi perubahan sistem.

Nah, kalau sudah begini, kamu mungkin sudah mulai paham dengan apa yang dimaksud client server. Kamu sudah bisa mempertimbangkan model mana yang harus kamu pilih saat akan kamu aplikasikan di kantormu.

Sistem komputer ini akan membantumu dan perusahaanmu untuk memudahkan alur informasi dan data. Diyakini atau tidak, digitalisasi dan sistem menggunakan teknologi komputer memang akan semakin dibutuhkan. Hal tersebut akan berlaku di berbagai hal, termasuk keuangan.

Untuk memudahkan pencatatan keuanganmu, ada aplikasi yang dapat membantumu. Nantinya pencatatan transaksi keuangan perusahaanmu akan tercatat secara digital. Namanya aplikasi JojoExpense dari Jojonomic. Kamu bisa melakukan transaksi berupa pengajuan dana dan reimbursement secara digital. Hal ini akan meningkatkan efisiensi kerjamu, karena bisa dilakukan dimana pun dan kapan pun. Selamat mencoba!