Cyber Crime : Jenis Cyber Crime Paling Berbahaya Di Dunia Maya

Bagi yang berkecimpung di dunia online, istilah cyber crime pasti sudah tidak asing lagi. Jenis kejahatan dunia maya ini dapat menargetkan siapa saja dan dapat terjadi kapan saja. Jika Anda menjadi korban, Anda akan sangat menderita. Terutama di bidang keuangan.

Akhir-akhir ini tidak hanya penggunaan internet secara positif yang marak di dunia maya, tetapi kejahatan cyber crime juga makin merajalela setiap harinya. Bila tidak hati-hati dalam bertindak dan melakukan transaksi apapun di internet, maka bisa jadi seseorang menjadi salah satu korban kejahatan kriminal di dunia maya tersebut.

Tentu saja mulai banyak cara dan langkah yang dilakukan pemerintah untuk menghindari hal tersebut. Tidak hanya itu saja, banyak situs online terutama situs belanja online yang mulai membatasi kondisi tersebut dan semaksimal mungkin memberikan perlindungan pada para pelanggan saat melakukan transaksi di dunia maya.

Seperti apa fakta-fakta menarik mengenai kejahatan cyber tersebut, yuk simak dulu informasi menarik yang akan diulas di bawah ini. Jadi, apa sebenarnya cybercrime itu? Bagaimana cara menghindarinya? Pada artikel ini, kami akan memperkenalkan cybercrime lebih detail. Mari kita lihat akhirnya!

Pengertian Cyber Crime

Hasil gambar untuk unsplash cyber

Cybercrime adalah kejahatan online. Jenis kejahatan ini tidak memiliki waktu dan bukan merupakan sasaran kritis. Di mana pun Anda berada, hal itu dapat terjadi pada individu atau perusahaan. Karena itu, Anda perlu waspada. Tujuan cybercrime sendiri bermacam-macam. Ini mungkin hanya untuk hiburan, kejahatan serius yang sangat merugikan perekonomian korban.

Dalam praktiknya, cybercrime bisa dilakukan sendiri atau bisa melibatkan sekelompok orang. Para pelaku cybercrime tentunya ahli dalam berbagai teknik hacking. Bahkan tidak jarang melakukan kejahatan dunia maya dari berbagai tempat pada waktu yang bersamaan.

Banyak contoh kejahatan dunia maya masih terjadi. Anda pasti pernah mendengar beberapa informasi, beberapa waktu lalu, kejahatan online ini terjadi di salah satu bisnis e-commerce terbesar di Indonesia. Para penjahat meretas server perusahaan dan berhasil mencuri jutaan data pelanggan. Dari nama, nomor ponsel hingga alamat.

Semua data ini dapat diperdagangkan untuk menguntungkan pelakunya. Ini tidak diragukan lagi merupakan pukulan bagi citra perusahaan dan kerugian bagi pelanggan. Meski begitu, ini hanyalah salah satu jenis kejahatan dunia maya. Anda juga perlu memahami banyak tipe lainnya. Apakah ada masalah

Cyber Crime Menuntut Intelektual Tinggi

Kejahatan yang dilakukan di dunia maya bukan sekedar penipuan atau kejahatan yang mudah. Bagi seseorang untuk dapat melakukan hal tersebut membutuhkan intelegensi yang cukup tinggi. Oleh sebab itu tak heran jika banyak yang mengalami kondisi yang kurang menyenangkan tersebut karena ulah seorang peretas, baik itu terhadap akun keuangan maupun akun apapun yang dimiliki oleh korban.

Patut diketahui bahwa tidak mudah bagi seseorang tanpa kecerdasan yang baik untuk meretas sebuah sistem dalam dunia maya. Setidaknya dibutuhkan informasi yang baik mengenai pengetahuan akan komputer serta sistem yang dijalankan di dalamnya. Oleh sebab itu biasanya kejahatan semacam ini tidak dilakukan oleh orang yang biasa saja, tetapi di baliknya memiliki kemampuan berpikir dan bahkan kecerdasan yang cukup tinggi. Memang sangat disayangkan, tetapi pada faktanya memang ada banyak orang-orang dengan intelektual tinggi ternyata menggunakan kecerdasannya untuk meretas keuangan orang lain melalui internet.

Jenis kejahatan cyber crime

Mari kita kaji jenis-jenis cybercrime yang masih sering kita jumpai hingga saat ini. Ini daftarnya:

Pencurian identitas

Sesuai dengan namanya, pencurian identitas merupakan salah satu bentuk kejahatan dunia maya berupa pencurian identitas. Pencurian identitas tersebut akan melakukan teknik hacking pada website korban. Mereka akan mengakses server web untuk mendapatkan informasi pribadi.

Pencurian identitas akan cenderung menargetkan toko online, situs web keanggotaan, dan jenis situs web lain yang menggunakan data pelanggan dalam proses layanan mereka. Selain itu, saat Anda mengunjungi situs web palsu, pencurian identitas juga dapat terjadi. Ini terjadi jika Anda memberikan data pribadi dan situs tersebut sebenarnya adalah peretas.

Kasus yang sering terjadi termasuk penggunaan kontes online untuk mencuri identitas. Dipicu oleh godaan yang sangat besar, korban mengisi data pribadinya di website. Jelas sekali, tidak pernah ada kontes pengundian. Namun, data pribadi korban sudah dimiliki pelaku kejahatan

Menyisir kartu kredit

Menggesek kartu adalah kejahatan dunia maya berupa penipuan kartu kredit. Penjahat mencuri informasi kartu kredit dan menggunakannya untuk keuntungan pribadi. Percaya atau tidak, swiping merupakan cybercrime yang masih sering terjadi. Kasus terakhir bahkan terkait dengan beberapa selebritis.

Kabar pemberitaan kejahatan dunia maya menghebohkan publik.
Bagaimana para pelaku menyortir? Ada banyak cara, baik melalui phishing, menginstal malware di toko online, atau membeli informasi dari internet gelap. Efek perawatan sangat berbahaya. Pasalnya, jika Anda tidak segera menyadarinya, pemilik kartu kredit harus membayar tagihan yang besar atas pembelian yang belum selesai tersebut. Terkadang ada banyak.

Pencurian data perusahaan

Pencurian data perusahaan mirip dengan pencurian identitas. Perbedaannya adalah jenis kejahatan dunia maya ini menargetkan data perusahaan. Para penjahat meretas situs web perusahaan dan kemudian mencuri data penting. Data perusahaan yang berhasil diperoleh dapat digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti dapat mengaksesnya tanpa izin. Atau, data tersebut dijual dengan harga tinggi di pasar gelap.

Perusahaan besar sudah pernah mengalami bentuk kejahatan online ini. Salah satunya, Canva. Situs desain grafis telah berhasil diretas, menempatkan 139 juta data pelanggan dalam risiko. Ini berarti pencuri hanya perlu melakukan satu operasi dan dapat memperoleh data dalam jumlah besar untuk keperluan kriminal.

Pemerasan cyber

Istilah pemerasan cyber mungkin tidak asing lagi bagi Anda. Faktanya, jenis kejahatan dunia maya dalam bentuk pemerasan ini sangat umum terjadi. Kejahatan online ini dapat berupa kejahatan perusahaan atau kejahatan pribadi. Caranya, pelaku akan meminta uang untuk memeras data-data penting yang telah dicuri.

Kasus ransomware online saat ini adalah penggunaan ransomware. Malware masuk ke perangkat korban dan mengontrol data di dalamnya. Pemilik tidak dapat mengakses data tanpa menggunakan sandi penjahat. Oleh karena itu, untuk mendapatkan kode tersebut, uang tebusan harus dibayarkan terlebih dahulu.

Banyak perusahaan ternama di dunia yang menjadi korban kejahatan ini, seperti Nokia, Domino dan Freedly. Faktanya, untuk Domino, peretas meminta uang tebusan sebesar 30.000 euro agar data 650.000 pengguna Domino tidak akan didistribusikan.

Spionase dunia maya

Spionase dunia maya adalah jenis kejahatan dunia maya yang menyasar sasaran tertentu, seperti lawan politik, pesaing perusahaan atau bahkan pejabat negara lain. Penjahat menggunakan teknologi canggih untuk melakukan spionase online. Spionase cyber biasanya dilakukan dengan menggunakan spyware.

Dengan menanam aplikasi di komputer korban, semua aktivitas dan data penting dapat diakses tanpa disadari. Misalnya, kejahatan spionase dunia maya ini terjadi di Barack Obama. Saat itu, spyware digunakan untuk mencuri data sensitif terkait kebijakan luar negeri AS.

Cyber Crime Merupakan Tindakan Yang Ilegal

Hasil gambar untuk unsplash cyber

Seberapapun tingginya kemampuan seseorang dalam meretas akun orang lain atau melakukan cyber crime, yang patut diingat bahwa ini merupakan tindakan yang ilegal. Oleh sebab itu sebaiknya jangan beresiko melakukan perbuatan tersebut dan berujung pada tuntutan hukum yang tidak main-main. Di berbagai negara sudah terdapat undang-undang yang mendasari berbagai macam tindak pidana yang dilakukan pada dunia maya. Sehingga resiko yang terjadi bila seseorang terbukti melakukan kejahatan tersebut, maka ada denda yang cukup besar untuk dibayarkan sekaligus hukuman penjara yang menanti selama bertahun-tahun lamanya.

Meski demikian pada faktanya hal ini tidak menyurutkan minat seseorang untuk terus melakukan kejahatan tersebut. Tercatat hingga saat ini ada banyak sekali keluhan kejahatan di dunia maya yang dilakukan dan menimbulkan korban. Mulai dari penipuan kecil-kecilan hingga peretasan akun bank yang bukan main jumlahnya. Intinya ada banyak korban berjatuhan yang secara sadar maupun tidak sadar terkena dampak dari kejahatan di dunia maya tersebut. Yang mana bisa jadi besar kerugian yang dialami juga cukup besar. Bahkan ada pula kasus yang mengalami kejahatan dunia maya dengan jumlah yang cukup signifikan. Misalnya peretasan kartu kredit senilai hingga puluhan juta.

Metode Kejahatan Cyber crime

Tentu saja sebagai orang awam masih banyak yang kurang memahami dan mengetahui mekanisme terjadinya sebuah kejahatan semacam cyber crime. Oleh sebab itu bagi pengguna aktif dunia maya, sebaiknya pahami betul mekanisme bagaimana kejahatan ini merajalela di internet. Supaya dapat mengetahui bagaimana bentuk dan metode yang umum terjadi, berikut ini sedikit informasi tentang tindak kejahatan dunia maya yang sering kali tidak disadari oleh para korbannya.

Peretas Password

Jenis kejahatan yang satu ini sangat umum dilakukan di dunia maya. Ada banyak yang melakukan peretasan password akun media sosial maupun akun keuangan seseorang melalui jaringan internet. Hal ini harus diwaspadai karena dapat berujung pada pencurian data hingga pencurian dana melalui situs dunia maya.

Penyebaran Virus

Beberapa bentuk kejahatan cyber crime ini berupa penyebaran virus komputer yang pada akhirnya merusak sistem kerja sebuah situs internet. Hal ini banyak dilakukan oleh para peretas untuk menjatuhkan persaingan bisnis atau merusak informasi tertentu. Sebaiknya berhati-hati terhadap serangan virus yang demikian dengan memberikan proteksi pada situs yang dimiliki di dunia maya.

Penerbitan Konten Ilegal

Saat ini menerbitkan konten yang ilegal juga dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk cyber crime. Beberapa di antara konten tersebut meliputi pornografi, judi, SARA maupun penghinaan terhadap presiden. Pemerintah telah berupaya untuk mengukuhkan undang-undang terkait hal tersebut. Oleh karena itu sebaiknya pastikan untuk memuat konten yang sesuai undang-undang di dunia maya. Jangan sampai lalai hingga terjerat kasus hukum akibat konten yang dimuat tidak sesuai ketentuan undang-undang elektronik yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat.

Pencurian Data

Beberapa tindak kejahatan di dunia maya yaitu berupa pencurian data seseorang dan menggunakan data tersebut untuk melakukan penipuan pada pihak yang lain. Oleh sebab itu sangat penting untuk tidak memberikan data yang bersifat pribadi pada orang yang tidak dikenal. Jika tidak demikian maka resiko penggunaan data pribadi oleh orang lain sangat rentan. Palagi jika digunakan untuk melakukan tindak kejahatan yang dapat menyeret kita ke meja hukum.

Penyalahgunaan Kartu Kredit

Hal berikut yang tidak kalah sering terjadi dan dilakukan yaitu penyalahgunaan kartu kredit oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melalui berbagai macam transaksi online. Hal ini tidak jauh berbeda dengan peretasan password kartu kredit untuk kemudian melakukan transaksi tanpa sepengetahuan pemiliki kartu tersebut. Oleh sebab itu sebaiknya sebisa mungkin berhati-hati melakukan transaksi dan pembayaran online. Hindari resiko phising atau spam yang dapat membuat informasi kartu kredit Anda terlihat oleh orang lain.

Menghindari terjadinya cyber crime merupakan salah satu hal yang patut diperhitungkan bagi para pengguna dunia maya, terutama mereka yang sering melakukan transaksi secara online. Demikian halnya dalam hal pengaturan absensi karyawan. Tentunya perusahaan tidak ingin mengalami kasus pemalsuan absensi yang bisa jadi merugikan pihak perusahaan.

Oleh sebab itu untuk memastikan absensi yang efektif dan efisien, sebaiknya gunakan produk pendukung yang paling sesuai. Misalnya dengan beralih pada JojoTimes, yang mana produk ini terbukti dapat memberikan sejumlah manfaat berikut ini:

  • Sistem absensi yang lebih efektif dan efisien, dapat dilakukan pengecekan status absensi karyawan kapan saja dan dimana saja.
  • Perhitungan cuti karyawan serta proses approval yang lebih efektif, dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.
  • Penyimpanan data karyawan yang sistematis, termasuk informasi pengembangan karyawan serta jenjang karir dan potensi yang dimiliki secara lengkap.

Tentunya aneka macam manfaat tersebut dapat diperoleh berkat fitur andalan yang tersemat di dalam JojoTimes. Beberapa fitur yang cukup menarik meliputi sebagai berikut:

  • Check In & Check Out Monitoring.
  • Multiple clock-in and clock-out.
  • Leave Management.
  • Real Time Leave Approval.
  • Shift / Flexible Work Hour Setup.

Kesimpulan cyber crime

Wah, kamu banyak belajar dari cybercrime? Mulailah dengan memahami dan masukkan tip tentang cara menghindarinya. Berbagai jenis kejahatan dunia maya, seperti pencurian identitas, gesekan kartu, dan pemerasan dunia maya, niscaya akan membuat Anda lebih waspada dan kecil kemungkinannya untuk jatuh ke dalam tindakan yang dilakukan oleh para penjahat dunia maya.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kejahatan dunia maya dapat terjadi melalui serangan malware, phishing, pertahanan situs web, serangan DDoS, dan serangan peretas. Untungnya, Anda dapat mencegah kejahatan dunia maya semacam ini terjadi. Anda dapat melakukannya dengan memperbarui secara teratur, menginstal SSL, menggunakan kata sandi unik, dan waspada saat membuka email.

cyber crime

Dengan informasi mengenai JojoTimes di atas, tentu tidak perlu merasa ragu lagi. Segera saja beralih pada produk tersebut. Dapatkan coba gratis di perusahaan Anda sekarang juga. Gunakan sistem absensi yang jauh lebih efektif dan optimal hanya bersama dengan JojoTimes.