HOW TO CHOOSE A GOOD WORK-LIFE BALANCE

Semakin dewasa, semakin sering kita mendengar orang menggunakan pekerjaan sebagai alasan untuk tidak melakukan berbagai macam hal. Baik itu hal-hal kecil, seperti meluangkan waktu untuk keluarga dan teman, hingga hal-hal besar, seperti tetap berusaha untuk meraih mimpi. Yang seringkali tidak kita sadari adalah work-life balance adalah suatu pilihan. Tidak ada manusia di muka bumi ini yang bisa secara otomatis mendapatkan keseimbangan antara pekerjaan dan aspek-aspek hidup lainnya. Jika ingin hidup dan pekerjaan kita seimbang, kita yang harus mengaturnya. Tentu saja, hal ini tidak mudah. Eits, tapi jangan khawatir, berikut adalah beberapa tips untuk bisa mencapai work-life balance yang optimal.

  • Ratusan perusahaan menggunakan Jojonomic untuk mengelola kegiatan bisnis sehari-hari dan meningkatkan kinerja karyawan.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.
Sumber: The Anna Edit

UNPLUG

Zaman sekarang, batasan antara waktu kerja dan waktu pribadi sudah memudar. Dengan adanya teknologi, tidak jarang karyawan tetap dikontak dan dikejar untuk mengurus pekerjaan di luar kantor. Hal ini membuat kita menjadi sulit untuk betul-betul menikmati waktu luang kita. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk betul-betul mindful kepada diri kita sendiri, agar waktu kerja dan waktu pribadi tetap terpisah. Beberapa hal yang dapat kita lakukan adalah dengan cara mematikan notifikasi email kerja dan chat group kantor di luar jam kerja—seperti weekend dan saat cuti liburan. Apa pun itu, pekerjaan bisa menunggu hingga hari Senin.

JADWALKAN WAKTU LUANG

Ada kalanya kita kesulitan mendapatkan waktu luang karena kita sendiri tidak disiplin dalam membagi waktu. Jika kita biasa menjadwalkan meeting dengan klien atau divisi kita di kantor, ada baiknya kita juga menjadwalkan waktu luang kita di kalender. Dengan begini, waktu luang kita pun akan terasa seperti sesuatu yang sama pentingnya dengan deadline atau meeting. Jika perlu, jadwalkan sesuatu yang spesifik—baik itu pergi tamasya dengan keluarga atau a mindful moment dengan buku dan segelas teh. Akan lebih baik kalau kalender ini kita share dengan rekan kerja kita juga, agar mereka tahu untuk tidak mengganggu kita di waktu-waktu tersebut.

Sumber: The Anna Edit

SELESAIKAN PEKERJAAN LEBIH AWAL

Terkadang salah satu alasan work-life balance kita buruk adalah tumpukan pekerjaan yang terus ditunda dan deadline yang sudah mepet. Alhasil, tidak jarang kita pun terpaksa lembur. Sayangnya, kita jadi tidak punya waktu untuk bertemu teman atau memberi diri sendiri kesempatan untuk beristirahat. Kalau kita menyelesaikan pekerjaan jauh hari sebelum deadline tiba, pikiran kita menjadi lebih tenang dan bisa selalu pulang tepat waktu. Dengan begitu, waktu luang pun dapat kita gunakan dengan sebaik-baiknya. Tapi bagaimana caranya? Mudah saja, kita cukup mengatur waktu dalam menyelesaikan suatu proyek—dan juga datang ke kantor tepat waktu.

BAGI TUGAS

Tidak ada orang yang bisa melakukan semuanya sendirian. Tidak mungkin kita bisa bekerja full-time sekaligus menjadi orangtua rumah tangga; pasti kita harus bergantung pada orang lain untuk mengemban beberapa kewajiban kita. Jika tidak, kita bisa kewalahan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara membagi tugas dengan rekan-rekan kita—baik di kantor, maupun di rumah—atau meminta bantuan orang lain. Misalnya, kita bisa bergantian memasak makan malam dengan pasangan kita atau beberapa tugas yang sifatnya kurang urgent bisa kita percayakan kepada bawahan kita. Be mindful with yourself and know your boundaries!

GANTI SUASANA KERJA

Salah satu cara terbaik untuk menyeimbangkan kehidupan kerja dan pribadi adalah dengan cara menggabungkannya. Contohnya dengan cara mengganti lokasi bekerja—dari kafé atau rumah, misalnya. Beberapa dekade yang lalu, hal ini terdengar tidak mungkin, tapi zaman sekarang itu sudah bukan lagi angan-angan. Dengan adanya teknologi seperti JojoTimes, bekerja di mana pun bisa dilakukan oleh karyawan, karena produktivitasnya dapat dipantau oleh atasan dan rekan kerja lainnya. Dengan begini, otak kita akan merasa te-refreshed, meskipun tangan kita tetap produktif.

  • Isi form berikut ini untuk mendapatkan demo gratis aplikasi HRIS hari ini.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.

Bagaimana? Tidak sulit bukan untuk memilih work-life balance yang optimal? Dengan begini, kita bisa lebih mindful terhadap kebutuhan diri sendiri, tidak perlu lagi mengorbankan hubungan kita dengan orang-orang tersayang maupun passion kita di luar kantor demi pekerjaan. Waktu bekerja, istirahat dan sosialisasi kita bisa jadi seimbang. Jadi, apa lagi alasanmu untuk tidak mengejar mimpi dan hidup sesuai dengan keinginanmu?

Salam hangat,

Jojo

#remoteworking #worksmarter
#thefutureofwork