Daftar Investor Ternama di Indonesia, dan Cara Mendekatinya

Umumnya perusahaan startup membutuhkan suntikan dana dari investor. Dalam artikel ini akan dijelaskan apa itu investor, investee, jenis-jenis investor berdasarkan resikonya, kemudian ada 8 investor ternama di Indonesia, jenis modal pinjaman dari investor pribadi, serta 6 cara jitu mendapatkan investor untuk modal. Bagaimana topik-topiknya menarik bukan? Yuk, dibaca bersama artikelnya.

Definisi Investor

Investor adalah seseorang yang memasukkan uang ke dalam sesuatu hal untuk mendapatkan keuntungan finansial tertentu. Investor biasanya melakukan analisis teknis maupun analisis fundamental untuk menentukan peluang investasi yang paling menguntungkan dan mereka pada umumnya akan lebih memilih untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan resiko.

Definisi Investee

Investee adalah orang atau perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan yang telah diberi uang oleh investor untuk membuat keuntungan.

  • Isi form berikut ini untuk mendapatkan demo gratis aplikasi JojoExpense hari ini.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.

Jenis Investor Berdasarkan Resikonya

Jenis investor berdasarkan preferensinya terhadap resiko terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

Risk Averse

Investor jenis ini pada umumnya memilih jenis investasi yang mempunyai resiko yang rendah walaupun tingkat keuntungan yang didapatkan juga relative kecil.

Risk Medium

Investor tipe ini cenderung akan melihat resiko secara proporsional. Mereka akan memilih jenis investasi yang memiliki tingkat resiko yang sedang dan berharap mendapatkan keuntungan yang tidak terlalu tinggi atau pun tidak terlalu rendah.

Risk Taker

Ini adalah jenis investor yang berani ambil resiko. Investor jenis ini sama sekali tidak takut kehilangan seluruh uangnya. Mereka akan mengambil investasi yang mempunyai keuntungan cukup tinggi tanpa mempedulikan resiko yang melekat pada instrumen investasi tersebut.

8 Investor Ternama di Indonesia

Bagi perusahaan rintisan atau kini kerap disapa startup, investasi merupakan hal terpenting dalam langkah awal menjalankan berbagai ide kreatifnya. Kehadiran investasi ini tak semata karena dukungan saluran dana saja, melainkan dibutuhkannya peranan ide agar perusahaan tersebut dapat terus berkembang. Maka tak heran jika startup yang terus bermunculan saat ini tak luput dari sokongan investor dengan jejak pengalaman yang mumpuni.

East Ventures

Dimulai dari investor ternama yang seringkali terlibat dalam pendanaan beberapa startup besar di Indonesia, yakni East Ventures. Perusahaan penyokong dana dan ide pengembang bisnis ini diketahui telah berpartisipasi lebih dari 192 pendanaan startup Tanah Air. Beberapa startup tersebut adalah Tokopedia dengan pendanaan sebesar US$ 1,1 milliar, Traveloka dengan pendanaan US$ 350 juta, Kudo, Loket, dan lain-lain. Dengan track record yang baik selama ini, tak heran jika East Ventures menjadi salah satu daftar investor yang diminati para pelaku startup saat ini.

Cyber Agent Ventures (CAV)

Sedangkan perusahaan investor startup satu ini datang dari negara Jepang, yakni Cyber Agent Ventures (CAV). Bahkan saat ini, tercatat bahwa CAV telah menggelontorkan dana ke beberapa perusahaan di seluruh Asia. Menarik lagi, beberapa perusahaan tersebut berhasil mencapai kesuksesan saat ini. Untuk di Indonesia sendiri, beberapa startup yang pernah disokong antara lain Touchten, Tokopedia, Bilna, Kurio, HarukaEdu, dan masih banyak lagi.

  • Isi form berikut ini untuk mendapatkan demo gratis aplikasi JojoExpense hari ini.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.

Golden Gate Ventures

Mulai berinvestasi pada perusahaan startup potential sejak 2011 silam, Golden Gate Ventures berfokus pada pemberian dana dalam lingkup seluruh Asia Tenggara, seperti Singapore, Indonesia, Malaysia, Korea, Thailand, dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk jenis industrinya sendiri, Golden Gate Ventures banyak berinvestasi pada jenis e-commerce, marketplace, platform SaaS, dan lain-lain. Anda penasaran startup apa saja yang pernah menjadi bagian kesuksesannya? Beberapa diantaranya adalah Carousell, CodaPay, AloDokter, Duit Pintar, hingga Indo Trading.

Gobi Partners

Perusahaan ventura satu ini cukup lama bertandang di industri penanaman modal Asia, yaitu sekitar 15 tahun lamanya. Sepanjang perjalanannya, tentu saja telah banyak daftar perusahaan yang berhasil disokong dana di seluruh kawasan Asean. Fokus Gobi Partners di industri Indonesia sendiri lebih berfokus pada startup yang bergerak di bisnis cloud computing, e-commerce, fin tech, hingga startup muslim. Beberapa startup Indonesia yang tercatat pernah bekerja selama ini, yaitu Travelio, Time Voyager, Sale Stock, TripVisto, dan lain-lain.

Ventura Capital

Sedangkan perusahaan modal ventura di bawah naungan Lippo Group ini masuk dalam salah satu satu investor besar dan ternama di Indonesia. Cukup banyak jenis startup di Indonesia yang tercatat telah bekerja sama demi membangun usaha yang semakin maju. Venturra Capital sendiri menyatakan bahwa tujuannya berinvestasi bukan semata melihat model bisnis, melainkan lebih tertarik untuk menjadi bagian dari pertimbangan gagasan yang diajukan pendiri. Beberapa startup yang pernah menjadi bagian diantaranya Kfit, Zilingo, Carro, MatahariMall, RuangGuru, dan lain-lain.

500 Startups

Tak boleh tertinggal, 500 Startups termasuk salah satu deretan investor ternama yang menghiasi bisnis rintisan di Indonesia. Bahkan pada tahun lalu sempat diketahui bahwa 500 Startups menggelontorkan sebesar Rp 650 milliar juta ke total 250 perusahaan startup di Asia Tenggara. Jumlah fantastis ini tentu menjadi angka yang begitu tinggi dan patut disebut sebagai perusahaan ventura raksasa. Pihak 500 Startups sendiri mengungkapkan bahwa mereka ingin mengambil peran dalam ekosistem dan berkontribusi membantu para startup pemula agar tumbuh dan menciptakan generasi kreatif. Beberapa startup yang didukung oleh perusahaan ini diantaranya Qraved, Fabelio, Happy Fresh, Pomelo, KFIT, dan lain-lain.

Wavemaker

Setiap perusahaan atau startup yang didukung oleh perusahaan modal ventura ini dinamakan dengan Wavemakers. Sehingga dengan begitu investor ini terlihat sangat mendukung pertumbuhan bisnis dan ide kreatif. Fokus industri startup yang banyak digeluti Wavemakers diantaranya industri Adtech, FinTech, dan solusi enterprise. Sedangkan deretan startup yang di-support dari segi dana adalah Glints, Zap, Moka, Zilingo, dan lain-lain.

Convergence Ventures

Berdiri pada akhir tahun 2014, Convergence Ventures sekejap menjadi perusahaan investor besar dan diminati oleh para pelaku usaha baru. Bahkan Convergence Ventures terus membuka kesempatan bagi perusahaan yang ingin didukung dari segi dana dan ide kreatif. Hingga saat ini beberapa perusahaan yang sempat ditunjang dananya adalah Garena, Female Daily, Qraved, Nida Rooms, Yes Boss, Seekmi, dan lain-lain. Beberapa nama startup tersebut tentunya sudah telah memiliki nama yang besar bagi setiap kalangan masyarakat.

Jenis Modal Pinjaman dari Investor Pribadi

Ada beberapa jenis modal investor pribadi yang bisa diajukan, yaitu:

Bagi Hasil

Sistem bagi hasil bisa diterapkan antar peminjam dan investor pribadi, dimana dalam kontrak, investor bisa mendapat pembagian hasil keuntungan untuk periode tertentu.
Karena sifatnya bukan kepemilikan usaha, investor hanya mendapat keuntungan bagi hasil sampai periode yang ditetapkan dalam kontrak habis.

Perkongsian

Ini adalah sistem kerjasama dimana Anda menggabungkan modal pribadi dengan uang dar investor pribadi. Dalam hal ini, perjanjian biasanya menyerahkan sekian persen keuntungan pada si investor, sebagai ganti bantuannya. Akan tetapi, perlu jalinan kepercayaan yang cukup baik untuk menerapkan sistem ini.

Kerjasama Antar Pemilik Usaha

Ini bisa dilakukan jika ada investor yang juga berniat atau sudah mendirikan usaha yang sama. Bentuk kerjasamanya bisa beraneka ragam, mulai dari bekerjasama dalam hal permodalan, operasional, hingga promosi.

6 Cara Jitu Mencari & Mendapatkan Investor untuk Modal

Bagi seorang pemula, untuk menjalankan sebuah usaha tidak selalu berhasil karena banyaknya kompetitor yang ada dan modal usaha yang terbatas. Ada banyak calon-calon pengusaha yang memiliki banyak ide kreatif untuk memulai sebuah bisnis yang sukses tetapi mereka tidak berani mengambil risiko yang tinggi. Sebenarnya ide-ide tersebut bisa berjalan dengan lancar jika bisa mendapatkan modal dari investor, tetapi mencari seorang investor tidaklah mudah. Perlu dilakukan beberapa cara agar bisa mendapatkan seorang  investor yang tertarik dengan bisnis Anda dan berani menanamkan modalnya. Di bawah ini akan kita diskusikan cara mendapatkan modal usaha dari investor.

Mengajukan Proposal

Proposal merupakan sebuah jembatan bagi perusahaan untuk mencari tambahan modal usaha baik untuk mencari investor ataupun untuk meminjam dana. Proposal yang menarik dan sesuai dengan situasi usaha akan memberikan dampak yang besar terhadap penilaian perusahaan. Oleh karena itu, buatlah proposal semenarik mungkin untuk menarik hati calon investor. Proposal ini harus berisi secara detail terkait visi dan misi perusahaan yang Anda jalani, mencantumkan posisi arus kas perusahaan, dan rencana usaha yang akan datang.

Presentasi yang Menarik

Untuk mencari seorang investor, Anda juga perlu mempresentasikan proposal yang telah Anda buat. Meskipun calon investor telah membaca proposal tersebut, presentasi yang tepat memberikan pengaruh yang sangat besar. Buatlah slide presentasi yang simpel, tidak terlalu banyak tulisan, dan tambahkan sedikit animasi, sehingga calon investor akan memperhatikan dengan seksama penjelasan Anda. Jelaskan secara detail tentang manajemen keuangan, prospek usaha, dan tim kerja perusahaaan Anda.

Jelaskan Risiko Usaha

Setiap usaha pasti akan mengalami sebuah risiko, untuk itu Anda juga perlu menjelaskan risiko yang akan dialami pada calon investor. Jangan menyembunyikan risiko tersebut pada calon investor jika ingin mendapatkan tambahan modal usaha. Investor perlu tahu hambatan apa yang akan dialami perusahaan dan mungkin saja bisa memberikan solusi untuk mengurangi risiko usaha tesebut. Investor juga lebih memilih pengusaha yang jujur dan bisa dipercaya untuk diajak bekerja sama.

Mengikuti Pameran dan Kompetisi

Mengikuti pameran dan kompetisi dalam bidang bisnis, juga termasuk salah satu jalan untuk mencari investor dan mendapatkan modal. Anda yang sudah memiliki usaha, bisa mengikuti pameran dan kompetisi karena di tempat itu akan ada banyak investor yang melihat. Mereka akan datang untuk melihat konsep bisnis yang menarik dan bersedia menanamkan modal untuk usaha tersebut.

Membuat Strategi Usaha

Setiap pengusaha pasti menginginkan bisnis yang berkembang sehingga diperlukan tambahan modal usaha dalam mencapainya. Ketika Anda mencari seorang investor, Anda perlu membuat strategi usaha yang tepat dalam mengembangkan bisnis. Calon investor selalu menanyakan strategi apa yang Anda gunakan, sehingga Anda perlu menyiapkannya dengan sempurna. Strategi usaha yang baik akan mencerminkan prospek usaha yang besar di kemudian hari.

Merapikan Laporan Neraca

Ketika seorang investor telah setuju untuk menanamkan modalnya pada perusahaan Anda, investor tersebut berharap bisa mendapatkan profit dari usaha tersebut. Sebelum memutuskan hal tersebut tentunya mereka sudah mempertimbangkan dengan matang kerugian apa yang akan mereka dapat. Mereka akan mengamati perjalanan arus kas perusahaan Anda melalui neraca keuangan. Oleh karena itu, sebelum mencari investor, Anda perlu merapikan neraca tersebut. Anda bisa membuat neraca yang rapi dengan perhitungan kas, utang, aktiva lancar, dan aktiva tetap secara terpisah dan detail.

Nah, kita telah membahas mengenai investor. Memang investor penting untuk mengembangkan perusahaan kita, tapi ada yang paling penting lagi nih, yaitu software HR yang bisa membantu kinerja HR. Produk dari Jojonomic adalah software HR terbaik di Indonesia. Salah satu produknya adalah JojoPayroll. JojoPayroll adalah software HR yang melakukan penggajian online. JojoPayroll ini sudah terintegrasi dengan PPH21, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, cuti, izin sakit, lembur dll. Dan JojoPayroll ini bisa dikonfigurasi sesuka perusahaan kalian jika ada tambahan kebijakan. Usaha