Tujuan dari Konsolidasi yang Belum Kamu Ketahui

Mungkin untuk sebagian dari kamu, istilah konsolidasi masih sangat asing dan jarang terdengar. Namun, jika kamu sudah sering berkecimpung di dunia bisnis, pasti sering mendengar istilah tersebut.

Pada dasarnya pengertian konsolidasi adalah sebuah usaha atau kegiatan yang dilakukan dengan cara menyatukan dua usaha atau lebih untuk membentuk perusahaan baru.

Hal tersebut, sejalan dengan arti yang ditulis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata konsolidasi adalah peleburan dua perusahaan atau lebih menjadi satu perusahaan.

Pada artikel ini akan dibahas secara lebih lengkap terkait hal tersebut, mulai dari tujuan, ciri, kelebihan dan kelemahan, hingga contohnya. Hal ini kami tujukan bagi kamu yang ingin lebih mendalami tentang konsolidasi. Selamat membaca!

konsolidasi

Tujuan Melakukan Konsolidasi

Sebagai makhluk sosial, tentu kita tidak bisa hidup sendiri dan pasti akan membutuhkan bantuan orang lain di dalam kehidupan. Begitupun dalam berbisnis, terkadang tidak bisa dijalankan sendiri tanpa adanya kerjasama dengan badan usaha lainnya.

Oleh karena itu, diperlukan sebuah kerjasama yang sesuai agar tujuan perusahaan dapat tercapai, salah satunya adalah dengan melakukan konsolidasi.

Berdasarkan penjelasan tersebut, telah sedikit disinggung tentang tujuan dari sebuah konsep peleburan perusahaan, untuk lebih lengkapnya berikut ini akan dijelaskan beberapa tujuan utamanya.

Tujuan Utama

Untuk menambah informasimu terkait pembahasan ini, berikut akan dijelaskan beberapa tujuan utama dari pelaksanaannya:

Memperbesar Perusahaan

Dengan melakukan konsolidasi, skala sebuah perusahaan akan semakin besar, karena adanya penggabungan tersebut. Hal ini akan menguntungkan kedua belah pihak.

Hal tersebut karena perusahaan mereka akan lebih besar dari sebelumnya dan kesempatan untuk bersaing di pasar ikut bertambah pula.

Meningkatkan Efisiensi

Konsolidasi juga akan meningkatkan efisiensi kinerja yang terjadi di dalam sebuah perusahaan. Lho, bagaimana caranya? kok bisa meningkatkan efisiensi?

Karena dengan melakukan peleburan, dua perusahaan akan bergabung menjadi satu. Jadi, proses kinerja hanya berasal dari satu sumber, yang dirasa akan lebih efektif, daripada dijalankan oleh dua perusahaan berbeda dengan satu tujuan.

Mengurangi Tingkat Risiko Persaingan

Selanjutnya, dengan adanya kegiatan ini jumlah pesaing yang terjun ke dalam pasar akan berkurang. Secara otomatis akan mengurangi risiko persaingan dan akan meningkatkan profit yang didapatkan oleh perusahaan.

Memberikan Jaminan Pasokan, Penjualan, dan Distribusi

Jaminan pasokan, penjualan, dan distribusi juga akan didapatkan oleh perusahaan yang melakukan konsolidasi. Maksudnya seperti apa sih?

Jaminan yang dimaksud disini adalah perusahaan konsolidasi tidak perlu khawatir akan kehabisan stok baik barang maupun pihak untuk proses produksi hingga penjualan.

Karena sebelum berkonsolidasi pastinya telah memiliki pemasok, konsumen tetap, hingga distributornya masing-masing. Sehingga, setelah bergabung tentu akan lebih terjamin kinerja perusahaannya.

Diversifikasi Produk atau Jasa

Terakhir, dengan adanya peleburan, produk dan jasa yang dihasilkan perusahaan akan mudah terdiversifikasikan. Karena, masing-masing perusahaan akan memiliki ciri khasnya dan sudah memiliki pangsa pasarnya tersendiri.

Nantinya, yang terjadi justru adanya upaya untuk saling memperkokoh dan memperkuat perhubungan persatuan antar perusahaan. Sehingga nantinya akan lebih kuat.

Bagaimana? Apakah setelah melihat tujuan utama di atas kamu sudah mengerti tujuan perusahaan melakukan konsolidasi?

Pada dasarnya, peleburan ini bertujuan untuk membentuk sebuah perusahaan baru dan diharapkan dapat menjadi lebih baik serta dapat berpengaruh terhadap perekonomian.

Ciri-ciri Perusahaan yang Berkonsolidasi

Setelah mengetahui tujuan perusahaan melakukan peleburan, bagian selanjutnya yang perlu kamu pahami adalah bagaimana ciri sebuah perusahaan yang berkonsolidasi.

Maka dari itu, kami juga akan memberikanmu informasi tentang apa saja ciri yang akan terlihat dari sebuah perusahaan yang melakukan proses tersebut pada penjelasan di bawah ini:

Ada Dua Perusahaan (Perseroan) Atau Lebih yang Meleburkan Diri Menjadi Satu dan Membentuk Perusahaan Baru

Ciri pertama yang paling terlihat adalah munculnya perusahaan baru dari hasil penggabungan dua perusahaan berbeda. Karena hal inilah yang dasar dari perusahaan konsolidasi.

Semua Perusahaan yang Melakukan Proses Tersebut Akan Bubar Tanpa Melalui Proses Likuidasi

Jika sebuah perusahaan penggabungan ini bubar, maka tidak perlu melalui proses likuidasi seperti perusahaan merger.

  • Isi form berikut ini untuk mendapatkan demo gratis aplikasi HRIS hari ini.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.

Hal ini tidak mengherankan karena konsolidasi hanya melakukan peleburan dua atau beberapa perusahaan menjadi satu. Berbeda dengan proses merger yang tetap mempertahankan satu perusahaan sebagai entitas independen.

Perusahaan yang Baru Dibentuk dari Peleburan Tersebut Akan Mendapatkan Status Hukum Baru

Selanjutnya adalah perusahaan yang baru terbentuk akan mendapatkan status hukum baru. Hal ini harus dilakukan agar tidak terjadi kerancuan ketika hendak melakukan proses kerja

Rencana Peleburan dan Konsep Akta Konsolidasi Harus Mendapatkan Persetujuan dari RUPS Masing-masing Perseroan

Salah satu hal penting lain yang perlu diperhatikan dari perusahaan konsolidasi adalah sebelum melakukannya, rencana dan konsep akta harus mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) masing-masing perusahaan.

Jika rencana dan konsep akta tidak mendapat persetujuan RUPS, maka proses peleburan ini tidak dapat dilakukan

Konsep Akta Konsolidasi yang disetujui oleh RUPS Akan Dimasukkan Ke Dalam Akta Konsolidasi dan dibuat Dihadapan Notaris

Masih bersinggungan dengan ciri sebelumnya, konsep akta untuk konsolidasi harus dimasukkan ke dalam akta resmi yang dibuat dihadapan notaris.

Notaris diperlukan untuk mengesahkan akta tersebut di mata hukum. Tanpa adanya notaris, penggabungan ini tidak akan mendapat pengakuan hukum, hal ini akan mempersulit kinerja perusahaan untuk selanjutnya.

Padahal untuk menjalankan ini dibutuhkan hubungan persatuan yang kuat antar sesama anggota atau antar perusahaan.

Perusahaan dari Hasil Konsolidasi Akan Mendapatkan Status Hukum Pada Saat Tanggal Diterbitkannya Keputusan dari Kementrian Hukum dan Ham

Keputusan yang diberikan Menhukham tentang perusahaan yang meleburkan diri tanpa adanya proses likuidasi akan memberikan status hukum pada perusahaan hasil konsolidasi. Maka, perusahaan baru bisa melakukan proses kerjanya dengan status hukum yang baru.

Itulah beberapa ciri dari perusahaan yang melakukan peleburan atau penggabungan. Apakah sampai penjelasan ini, istilah konsolidasi sudah melekat di otakmu?

Jika belum, selanjutnnya akan diperlihatkan kelebihan dan kekurangan yang akan didapatkan perusahaan yang melakukan konsolidasi. Harapannya dengan mengetahui hal tersebut, kamu semakin mantap mengetahui tentang materi ini.

puzzle-consolidation

Kelebihan dan Kekurangan dari Konsolidasi

Seperti penjelasan di atas, bagian ini akan membahas tentang kelebihan dan kekurangan dari proses peleburan. Apa saja sih yang terdapat di dalamnya? Langsung saja yuk kita lihat bersama!

Kelebihan

Pertama akan dilihat kelebihan yang akan diterima oleh perusahaan yang melakukan peleburan. Poin-poinnya, bisa kamu lihat dari penjelasan di bawah ini ya!

  • Semua perusahaan yang melakukan konsolidasi bisa memiliki kemampuan bersaing yang lebih besar dengan perusahaan lainnya karena prosesnya yang dilakukan oleh dua perusahaan atau lebih.
  • Dengan adanya proses konsolidasi ini akan membuat perusahaan yang sedang mengalami kesulitan modal tidak harus dilikuidasi walaupun dengan perusahaan baru.

Kekurangan

Selanjutnya adalah kerugian yang harus ditanggung perusahaan ketika memutuskan untuk melakukan peleburan. Apa saja sih yang menjadi kekurangan dari konsolidasi? Simak poin-poinnya di bawah ini ya!

  • Semua perusahaan yang melakukan peleburan tidak memiliki status hukum karena telah menjadi satu dengan status hukum baru.
  • Untuk memperkenalkan perusahaan baru akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Setelah mengetahui pengertian, tujuan, ciri, hingga kelebihan dan kekurangannya, kurang afdol rasanya jika kamu belum mengetahui contoh perusahaan yang telah melakukan konsolidasi di Indonesia. Untuk pembahasan tentang contoh konsolidasi, bisa kamu scroll terus artikel ini ya!

Contoh Perusahaan yang Melakukan Konsolidasi

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, bagian ini akan menjelaskan contoh dari perusahaan yang melakukan peleburan dengan maksud menambah informasimu terkait pembahasan ini.

Contoh perusahaan berikut ini adalah salah satu perusahaan besar yang mungkin sudah tidak asing lagi buat kamu. Nah, daripada kamu penasaran langsung saja yuk, kita lihat perusahaan apa sih yang dimaksud?

Pada tahun 1998, sebuah bank nasional terbentuk. Tahukah kamu bank apa yang dimaksud? Ternyata, pembentukan Bank Mandiri di tahun 1998 ini merupakan hasil peleburan dari empat bank, yakni Bank Bumi Daya, Bank BDN, Bank Ekspor Impor, dan Bank Bapindo.

Keempat bank yang melakukan proses ini juga tidak mengalami likuidasi seperti status perusahaan yang di-merger. Namun, harus memiliki badan hukum baru yang resmi. Lalu, aktiva dan pasiva dari keempat perusahaan yang melakukan peleburan tersebut akan beralih ke perusahaan baru hasil dari gabungan yang muncul.

Bagaimana? Apa dengan penyebutan contoh perusahaan hasil peleburan kamu sudah semakin paham tentang pembahasan kali ini? Nah, jika kamu memiliki sebuah perusahaan dan ingin melakukan proses peleburan, kamu bisa mempertimbangkan untuk memakai aplikasi JojoExpense lho!

Aplikasi ini akan memudahkanmu dalam mengelola keuangan perusahaan. Selain itu, aplikasi ini memiliki fitur yang akan meningkatkan efisiensi manajemen pengeluaran perusahaan hingga 76% lho! Hal ini tentu akan sangat membantumu dalam mengembangkan perusahaan yang baru saja melakukan konsolidasi. Sangat menarik, bukan?