Mengenal Manajer Lini dan Perannya Terhadap Karyawan

Manajer Lini

Manajer lini pertama ialah orang yang paling bertanggung jawab atas para karyawan, bukan hanya mengenai nasib namun juga bertanggung jawab terhadap pengembangan pribadi serta peningkatan kompetensi dari para karyawan. Karena karyawan adalah aset utama yang tidak dapat diukur dengan uang, oleh karena itu peran manajer lini pertama dalam sebuah perusahaan sangatlah penting. 

Namun sebelum membahas lebih lanjut mengenai manajer lini pertama, ada baiknya jika kita mengetahui apa itu manajer, fungsi serta tingkatannya dalam sebuah organisasi atau perusahaan. 

Apa itu Manajer?

Ilustrasi Manajer Lini

Manajer merupakan orang yang memiliki pengalaman, pengetahuan dan juga keterampilan yang baik untuk memimpin, mengelola, mengendalikan, mengatur, dan juga mengembangkan organisasi dengan orientasi untuk mewujudkan tujuan perusahaan

Fungsi Manajer

Seorang manajer memiliki beberapa fungsi dalam sebuah organisasi atau perusahaan, fungsi tersebut diantaranya meliputi:

  1. Memimpin organisasi.
  2. Mengatur dan mengendalikan organisasi.
  3. Mengembangkan organisasi.
  4. Mengawasi berjalannya organisasi.
  5. Mengatasi berbagai masalah yang dihadapi organisasi.
  6. Menumbuhkan kepercayaan.
  7. Meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap organisasi.
  8. Mengevaluasi kegiatan dan aktivitas organisasi.
  9. Menggali serta mengembangkan sumber daya yang dimiliki oleh organisasi.

Pada umumnya seorang manajer memiliki tanggung jawab dan tugas yang sama, akan tetapi manajer memiliki sisi level atau tingkatan manajemen yang dibagi dalam tiga jenjang sesuai fungsi dan tugasnya.

Tingkatan Manajemen

Tingkatan Manajer Lini

1. Manajemen Puncak (Top Level of Management)

Manajemen puncak atau top level management adalah tingkat manajemen teratas dan memiliki otoritas yang tentunya juga tertinggi pada sebuah organisasi atau perusahaan yang bertanggung jawab secara langsung terhadap pemilik perusahaan. Pada umumnya, manajemen puncak hanya bekerja pada tatanan secara konseptual serta pemikiran, dan bukan pada hal-hal teknis.

Manajemen puncak memiliki kewenangan terbesar di antara tingkatan manajemen lainnya. Mereka yang berada pada divisi manajemen puncak memiliki hak untuk memilih, mengangkat ataupun memberhentikan manajemen yang berada dibawah otoritasnya. Beberapa contoh dari manajer puncak adalah Chief Executive Officer (CEO), Chief Financial Officer (CFO), Chief Information Officer (CIO), General Manager (GM) dan Presiden Direktur.

Manajemen puncak biasanya terdiri dari eksekutif dan direksi. Dimana direksi merupakan perwakilan dari pemilik perusahaan atau pemegang saham yang dipilih oleh para pemegang saham, sedangkan eksekutif dipilih oleh dewan direksi perusahaan.

2. Manajemen Tingkat Menengah (Middle Level of Management)

Manajemen tingkat menengah berada pada tengah tengah hierarki manajemen pada sebuah organisasi atau perusahaan. Tingkat manajemen yang satuu ini dipilih oleh manajemen puncak dan memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan rencana yang telah ditentukan oleh manajemen puncak.

Manajemen pada tingkat menengah ini cenderung bekerja dengan mengandalkan kemampuan manajerial dan hal-hal teknis lainnya dan kurang membutuhkan keterampilan yang sifatnya konseptual.

Manajemen pada tingkat ini bertanggung jawab kegiatan yang dilakukan oleh manajemen pada tingkatan di bawahnya dan bahkan bertanggung jawab langsung terhadap beberapa karyawan operasionalnya.

Beberapa contoh dari manajemen tingkat menengah yaitu:

  • Kepala Departemen (Head of Department). Seperti manajer keuangan, manajer pembelian, manajer produksi, dll.
  • Manajer cabang.
  • Junior executive. Seperti asisten manajer pembelian, asisten manajer keuangan, asisten manajer produksi, dll.

Nah, kini telah memasuki bahasan utama yaitu manajer lini yang termasuk ke dalam manajemen lini pertama atau first line management. Mari simak penjelasannya lebih lanjut.

3. Manajemen Lini Pertama (First Line Management)

First line management atau manajer lini pertama merupakan tingkatan manajemen paling rendah pada sebuah sebuah perusahaan. Manajemen pada tingkatan ini bertugas untuk memimpin dan juga mengawasi kinerja dari tenaga operasional.

Karena mengawasi karyawan merupakan salah satu tugasnya, maka manajer lini pertama bekerja menggunakan keterampilan teknikal serta kemampuan komunikasi dan tidak terlalu membutuhkan kemampuan konseptual. 

Manajer lini pertama tidak membawahi manajer lain. Manajer lini pertama dipilih oleh manajemen tingkat menengah Beberapa contoh dari manajer lini pertama adalah mandor atau pengawas atau juga sering disebut dengan supervisor.

Para manajer lini pertama adalah termasuk bagian dari manajemen operasional yang terlibat secara langsung dalam proses produksi dan juga bertanggung jawab untuk menyelesaikan rencana dan tugas yang diberikan oleh manajemen yang lebih tinggi.

Adapun beberapa contoh kegiatan yang dilakukan oleh manajemen pada lini pertama meliputi:

  • Mengarahkan dan mengendalikan karyawan atau pekerja.
  • Mengembangkan moral para karyawan.
  • Menjaga hubungan baik antara manajemen tingkat menengah dengan para pekerja.
  • Menginformasikan keputusan yang diambil oleh manajemen kepada para karyawan. Selain itu manajer lini manajer tingkat pertama ini juga memberi informasi mengenai kinerja, hambatan atau kesulitan, perasaan, tuntutan, maupun hal lainnya dari para karyawan kepada manajemen.
  • Menyusun rencana harian, mingguan, serta bulanan. Manajer lini pertama tidak menyusun rencana jangka panjang.

Peran Manajer Terhadap Karyawan

Peran Manajer

Berikut adalah beberapa peran yang harus dijalankan oleh seorang manajer lini:

  • Peran antarpribadi. Berperan sebagai pemimpin, memberikan panduan dan motivasi, serta menjaga jaringan hubungan dengan banyak individu ataupun kelompok.
  • Peran informasional. Secara berkesinambungan mencari dan menerima informasi sebagai dasar tindakan, meneruskan atau mengedarkan informasi secara faktual, dan menyebarkan pedoman atau petunjuk kepada bawahannya dalam membuat keputusan.
  • Peran alokasi sumber daya. Membuat berbagai pilihan mengenai penjadwalan, mengalokasikan berbagai tugas kepada karyawan, serta memberikan wewenang untuk bertindak.
  • Peran untuk menangani gangguan. Menangani situasi tidak terduga serta perubahan yang berada diluar kendali karyawan.

Yang Harus Dilakukan Seorang Manajer

Dalam hubungannya dengan karyawan, manajer lini akan melakukan hal-hal berikut:

  1. Mengatur dan mengalokasikan pekerjaan.
  2. Mendapatkan karyawan yang tepat untuk pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan.
  3. Memastikan bahwa para karyawan mengerti apa yang dilakukan, mampu mengerjakan pekerjaannya dan kemudian memberikan hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan.
  4. Mengembangkan keterampilan dan kemampuan.
  5. Memberi penghargaan pada karyawan dengan menggunakan material maupun nonmaterial.
  6. Melibatkan karyawan serta berkomunikasi dengan baik.
  7. Menangani berbagai isu dan masalah karyawan yang muncul.

Kontrol Kinerja Karyawan Lebih Mudah dengan JojoTimes

Menjadi seorang manajer lini membuatnya memiliki tanggung jawab yang besar mengenai kinerja karyawan, namun kini ada cara yang lebih mudah untuk memantau kehadiran karyawan yang dapat dilakukan secara otomatis dengan adanya JojoTimes.

Perangkat lunak ini dapat membantu Anda memonitor aktivitas karyawan Anda. Fitur pengenalan wajah dan GPS yang akurat pada JojoTimes akan membuat Anda dapat mengetahui apa yang sedang dilakukan karyawan Anda dimana pun mereka berada. Jadi Anda dapat mengetahui apakah karyawan Anda sedang berada di kantor, pergi ke pertemuan ataupun melakukan perjalanan dinas.

Selain itu dengan JojoTimes, Anda juga dapat menyimpan database karyawan Anda secara aman dengan perangkat lunak berbasis cloud sehingga proses impor dan ekspornya pun mudah dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda. Dengan JojoTimes, kontrol kinerja karyawan secara terpadu dalam satu perangkat lunak saja!