Pentingnya Screening Calon Karyawan Baru untuk Perusahaan

Saat perusahaan membuka lowongan kerja untuk umum dan menyebarkannya, baik lewat sosial media atau pamflet, hal tersebut akan mengundang banyak pelamar untuk mendaftar. Bila sudah begitu, maka email atau meja kerja perusahaan khususnya bagian penerimaan kerja akan sangat penuh dengan kiriman CV dari para pelamar. Karena banyaknya CV, beberapa perusahaan harus melakukan screening bahkan dengan metode-metode yang tepat. Jadi, apa pentingnya melakukan screening calon karyawan baru? Yuk, kita simak artikelnya!

Apa itu Screening Karyawan?

Screening adalah strategi perekrutan yang dilakukan oleh perusahaan agar bisa mendapatkan orang yang tepat dan sesuai kategori yang dibutuhkan perusahaan. Merekrut karyawan baru adalah tugas bagi seorang HR. Hal tersebut bukanlah hal yang mudah karena harus berdasarkan pertimbangan pada beberapa hal, seperti skill dan kepribadian karyawan.

Selain hal itu, ada hal-hal lain yang juga penting diperhatikan ketika melakukan screening karyawan, seperti latar belakang riwayat kriminal atau reputasinya di perusahaan sebelumnya. Merekrut karyawan yang kurang tepat tak hanya dapat menurunkan produktivitas perusahaan, tapi juga bisa menimbulkan kerugian lainnya untuk ke depannya.

Saat perusahaan membuka lowongan kerja untuk umum dan menyebarkannya, baik lewat sosial media atau pamflet, hal tersebut akan mengundang banyak pelamar untuk mendaftar. Bila sudah begitu, maka email atau meja kerja perusahaan khususnya bagian penerimaan kerja akan sangat penuh dengan kiriman CV dari para pelamar. Karena banyaknya CV, beberapa perusahaan harus melakukan screening bahkan dengan metode-metode yang tepat. Jadi, apa pentingnya melakukan screening calon karyawan baru? Yuk, kita simak artikelnya!

Apa itu Screening Karyawan?

Screening adalah strategi perekrutan yang dilakukan oleh perusahaan agar bisa mendapatkan orang yang tepat dan sesuai kategori yang dibutuhkan perusahaan. Merekrut karyawan baru adalah tugas bagi seorang HR. Hal tersebut bukanlah hal yang mudah karena harus berdasarkan pertimbangan pada beberapa hal, seperti skill dan kepribadian karyawan.

Selain hal itu, ada hal-hal lain yang juga penting diperhatikan ketika melakukan screening karyawan, seperti latar belakang riwayat kriminal atau reputasinya di perusahaan sebelumnya. Merekrut karyawan yang kurang tepat tak hanya dapat menurunkan produktivitas perusahaan, tapi juga bisa menimbulkan kerugian lainnya untuk ke depannya.

Kenapa Penting dalam Melakukan Screening terhadap Calon Karyawan Baru?

Ada sebuah frase yang mengatakan bahwa kejahatan tak hanya terjadi karena niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Oleh sebab itu, ketika akan menerima karyawan baru, kamu sebagai HRD sebaiknya tak hanya melihat dari prestasi pekerjaan atau dimana ia bekerja sebelumnya, tapi tanyakan juga kenapa ia berhenti dari perusahaan lamanya.

Apakah ia diberhentikan karena sanksi tertentu atau karena keinginannya sendiri. Dari situ, kamu bisa tahu kondisi calon karyawan. Karyawan yang pernah melakukan tindak kejahatan di tempat kerja sebelumnya, tak menutup kemungkinan ia akan mengulanginya lagi ketika sudah diterima di perusahaan kamu.

Tindak kejahatan yang dilakukan bisa beragam. Misalnya, menggelapkan uang perusahaan sehingga hal ini bisa merugikan perusahaaan kamu nanti. Tidak hanya terbatas pada bidang kriminal, reputasi yang buruk juga bisa terjadi pada pekerjaannya.

Orang yang kurang teliti dalam bekerja maupun ceroboh juga bisa memberikan kerugian pada perusahaan. Tak hanya dari segi finansial, tapi juga reputasi perusahaan. Jika perusahaan kamu berskala besar, pastinya reputasi adalah hal yang dijunjung tinggi, bukan? Kerugian-kerugian semacam itu bisa diminimalisir sedini mungkin dengan proses screening calon karyawan baru.

Pengaruh Screening terhadap Calon Karyawan Baru

Berikut ini beberapa pengaruh screening dalam perekrutan calon karyawan baru yang perlu kamu ketahui, yaitu:

Mempercepat Proses Rekrutmen

Pengaruh screening yang pertama bisa mempercepat proses rekrutmen. Saat perusahaan membagikan informasi lowongan pekerjaan, sebaiknya perusahaan mencantumkan secara spesifik karyawan seperti apa yang dicari, misalnya tinggi badan harus di atas 155 cm, lulusan S1 ekonomi, bisa kerja dengan komputer, mengetahui ilmu administrasi dan yang hal lainnya.

Informasi tersebut di aats, akan memudahkan para pelamar, terutama yang memang memiliki kriteria sesuai kebutuhan. Ini akan sangat mempercepat proses rekrutmen karena data-data yang masuk tidak terlalu bermacam-macam.

Perusahaan juga bisa melakukan proses verifikasi dengan 2 (dua) cara, yaitu bertemu langsung atau bisa juga hanya bicara lewat telepon. Dalam syarat penyertaan CV, sebaiknya perusahaan juga meminta calon karyawan baru untuk mencantumkan akun media sosialnya agar bisa melihat bagaimana aktivitas media sosialnya. Karena tidak sedikit orang yang sangat senang membagikan segala macam aktivitas yang dilakukannya lewat media sosial.

Perusahaan bisa mempertimbangkan sifat dari apa yang dipostingnya, yang disukainya dan yang dibagikannya. Tidak sedikit karyawan yang malah menjatuhkan perusahaan sendiri karena tidak bisa menjaga nama baik perusahaan di media sosial. Saat sedang ada masalah internal perusahaan, karyawan tersebut malah menyebarkan lewat media sosial, hal ini malah akan membuat reputasi perusahaan buruk.

Mendapatkan Karyawan Sesuai Kriteria

Sudah tentu perusahaan ingin mendapatkan karyawan yang kompeten dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan proses screening, biarpun CV yang masuk akan banyak namun kemungkinan besar bisa dipastikan sesuai kriteria yang diminta. Apalagi bila kamu memberikan informasi sedetail mungkin, tidak hanya dalam keahlian khususnya namun juga informasi mengenai job description posisi kerjanya.

  • Isi form berikut ini untuk mendapatkan demo gratis aplikasi HRIS hari ini.
  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.

Saat perusahaan membuka lowongan kerja untuk umum dan menyebarkannya, baik lewat sosial media atau pamflet, hal tersebut akan mengundang banyak pelamar untuk mendaftar. Bila sudah begitu, maka email atau meja kerja perusahaan khususnya bagian penerimaan kerja akan sangat penuh dengan kiriman CV dari para pelamar. Karena banyaknya CV, beberapa perusahaan harus melakukan screening bahkan dengan metode-metode yang tepat. Jadi, apa pentingnya melakukan screening calon karyawan baru? Yuk, kita simak artikelnya!

Apa itu Screening Karyawan?

Screening adalah strategi perekrutan yang dilakukan oleh perusahaan agar bisa mendapatkan orang yang tepat dan sesuai kategori yang dibutuhkan perusahaan. Merekrut karyawan baru adalah tugas bagi seorang HR. Hal tersebut bukanlah hal yang mudah karena harus berdasarkan pertimbangan pada beberapa hal, seperti skill dan kepribadian karyawan.

Selain hal itu, ada hal-hal lain yang juga penting diperhatikan ketika melakukan screening karyawan, seperti latar belakang riwayat kriminal atau reputasinya di perusahaan sebelumnya. Merekrut karyawan yang kurang tepat tak hanya dapat menurunkan produktivitas perusahaan, tapi juga bisa menimbulkan kerugian lainnya untuk ke depannya.

Kenapa Penting dalam Melakukan Screening terhadap Calon Karyawan Baru?

Ada sebuah frase yang mengatakan bahwa kejahatan tak hanya terjadi karena niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Oleh sebab itu, ketika akan menerima karyawan baru, kamu sebagai HRD sebaiknya tak hanya melihat dari prestasi pekerjaan atau dimana ia bekerja sebelumnya, tapi tanyakan juga kenapa ia berhenti dari perusahaan lamanya.

Apakah ia diberhentikan karena sanksi tertentu atau karena keinginannya sendiri. Dari situ, kamu bisa tahu kondisi calon karyawan. Karyawan yang pernah melakukan tindak kejahatan di tempat kerja sebelumnya, tak menutup kemungkinan ia akan mengulanginya lagi ketika sudah diterima di perusahaan kamu.

Tindak kejahatan yang dilakukan bisa beragam. Misalnya, menggelapkan uang perusahaan sehingga hal ini bisa merugikan perusahaaan kamu nanti. Tidak hanya terbatas pada bidang kriminal, reputasi yang buruk juga bisa terjadi pada pekerjaannya.

Orang yang kurang teliti dalam bekerja maupun ceroboh juga bisa memberikan kerugian pada perusahaan. Tak hanya dari segi finansial, tapi juga reputasi perusahaan. Jika perusahaan kamu berskala besar, pastinya reputasi adalah hal yang dijunjung tinggi, bukan? Kerugian-kerugian semacam itu bisa diminimalisir sedini mungkin dengan proses screening calon karyawan baru.

Pengaruh Screening terhadap Calon Karyawan Baru

Berikut ini beberapa pengaruh screening dalam perekrutan calon karyawan baru yang perlu kamu ketahui, yaitu:

Mempercepat Proses Rekrutmen

Pengaruh screening yang pertama bisa mempercepat proses rekrutmen. Saat perusahaan membagikan informasi lowongan pekerjaan, sebaiknya perusahaan mencantumkan secara spesifik karyawan seperti apa yang dicari, misalnya tinggi badan harus di atas 155 cm, lulusan S1 ekonomi, bisa kerja dengan komputer, mengetahui ilmu administrasi dan yang hal lainnya.

Informasi tersebut di aats, akan memudahkan para pelamar, terutama yang memang memiliki kriteria sesuai kebutuhan. Ini akan sangat mempercepat proses rekrutmen karena data-data yang masuk tidak terlalu bermacam-macam.

Perusahaan juga bisa melakukan proses verifikasi dengan 2 (dua) cara, yaitu bertemu langsung atau bisa juga hanya bicara lewat telepon. Dalam syarat penyertaan CV, sebaiknya perusahaan juga meminta calon karyawan baru untuk mencantumkan akun media sosialnya agar bisa melihat bagaimana aktivitas media sosialnya. Karena tidak sedikit orang yang sangat senang membagikan segala macam aktivitas yang dilakukannya lewat media sosial.

Perusahaan bisa mempertimbangkan sifat dari apa yang dipostingnya, yang disukainya dan yang dibagikannya. Tidak sedikit karyawan yang malah menjatuhkan perusahaan sendiri karena tidak bisa menjaga nama baik perusahaan di media sosial. Saat sedang ada masalah internal perusahaan, karyawan tersebut malah menyebarkan lewat media sosial, hal ini malah akan membuat reputasi perusahaan buruk.

Mendapatkan Karyawan Sesuai Kriteria

Sudah tentu perusahaan ingin mendapatkan karyawan yang kompeten dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan proses screening, biarpun CV yang masuk akan banyak namun kemungkinan besar bisa dipastikan sesuai kriteria yang diminta. Apalagi bila kamu memberikan informasi sedetail mungkin, tidak hanya dalam keahlian khususnya namun juga informasi mengenai job description posisi kerjanya.

Dapat Menempatkan Karyawan pada Posisi Kerja yang Tepat

Screening adalah salah satu cara yang juga akan berpengaruh pada proses penempatan posisi kerja calon karyawan baru. Ini bisa memudahkan perusahaan terutama untuk HRD baik dalam menempatkan posisi karyawan ataupun saat akan melakukan pelatihan pada karyawan.

HRD tidak perlu terlalu banyak memberikan pelatihan namun bisa langsung pada intinya dan karyawan bisa memahami sebab karyawan baru mungkin saja sudah mengerti dengan deskripsi pekerjaannya masing-masing karena informasi dari lowongan pekerjaan sebelumnya. 

Cara Cepat Proses Screening CV Saat Rekrutmen Calon Karyawan Baru

Kesuksesan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh kualitas dari karyawan yang bekerja di perusahaan itu. Itulah kenapa proses rekrutmen calon karyawan baru harus dilakukan secara serius. Salah satu tahap terpenting dalam proses tersebut adalah screening CV yang idealnya dilakukan oleh HRD.

Melalui proses screening CV, kamu bisa mengetahui latar belakang kandidat pelamar kerja untuk memastikan bahwa ia memiliki rekam jejak yang baik dengan skill sesuai kebutuhan perusahaan. Namun, di sisi lain screening CV tidaklah semudah yang dibayangkan, terlebih jika ada begitu banyak lamaran kerja yang kamu terima.

Lantas, bagaimana caranya agar proses screening CV bisa dilakukan secara cepat, efisien, dan efektif? Berikut kia berikan informasinya!

Perhatikan Basic Requirements

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah melakukan screening berdasarkan basic requirements atau hal-hal dasar yang bersifat teknis dan menjadi keharusan. Setiap perusahaan, termasuk kamu, biasanya memiliki ketentuan dasar atau basic requirements yang berbeda.

Ketentuan ini bisa berupa subject email dengan format tertentu, penamaan file, CV yang tidak boleh lebih dari dua halaman, pas foto yang harus menggunakan background dengan warna tertentu, hingga kelengkapan dokumen seperti ijazah dan transkrip nilai semasa kuliah.

Meskipun terlihat sangat mendasar dan mudah, hal ini sangat penting diperhatikan karena bisa memberi sedikit gambaran tentang calon karyawan baru. Idealnya, calon karyawan baru yang memenuhi seluruh basic requirements menandakan bahwa ia termasuk orang yang teliti dan perhatian terhadap detail. Kualitas diri seperti itu tentu nantinya dapat membawa dampak positif bagi perusahaan.

Tulis Segala Kriteria yang Dibutuhkan

Sebelum ke langkah selanjutnya, siapkan dulu segala hal yang kamu butuhkan. Dalam hal ini, yang dimaksud adalah deskripsi pekerjaan dan kriteria yang kamu harapkan dimiliki oleh calon pekerja. Sebaiknya, tuliskan deskripsi pekerjaan pada kertas berukuran besar, lalu tempelkan di salah satu bagian dinding. Dengan begitu, selama proses screening CV berlangsung kamu bisa mencocokkan CV dengan deskripsi tersebut.

Kamu juga bisa menuliskannya pada aplikasi note laptop, lalu biarkan laptop kamu menayangkan note berisi tulisan tersebut. Selain deskripsi pekerjaan, beberapa kriteria yang harus kamu persiapkan, yaitu:

  • Must have skills, yaitu tulis daftar berisi skills atau kemampuan saja yang harus dimiliki calon karyawan baru. Pastikan bahwa setiap skills memang diperlukan untuk posisi yang sedang dicari. Daftar ini akan membantu kamu mencoret nama calon karyawan baru yang tidak memiliki skills
  • Must have experience, yaitu buat daftar berisi pengalaman yang harus dimiliki calon karyawan baru, baik itu pengalaman memimpin tim, menulis konten digital selama beberapa tahun, terlibat dalam proyek khusus, dan sebagainya.
  • Advantages, yaitu susun daftar berisi skills, pengalaman, dan hal-hal lain yang menurut kamu dapat menjadi nilai tambahan bagi para calon karyawan baru.

Quick Screening Berdasarkan Kriteria yang Ditentukan

Siapkan seluruh CV yang masuk ke perusahaan kamu serta daftar must have skills dan must have experience yang telah kamu susun sebelumnya. Pada tahap ini, kamu bisa mengecek setiap CV dengan cara skimming sambil mencocokkannya dengan deskripsi pekerjaan dan dua daftar tersebut.

Sisihkan CV yang tidak cocok dengan kriteria skills dan pengalaman yang dibutuhkan. Dengan cara ini, setidaknya tumpukan CV untuk di-screen bisa berkurang dan lebih sedikit. Khusus untuk kriteria pengalaman, cek dua pengalaman kerja terakhir kandidat. Jika ternyata dua pengalaman kerja tersebut tidak relevan dengan posisi yang kamu cari, maka sebaiknya kamu tidak meloloskan CV tersebut ke proses screening.

Kelompokkan CV

Pada tahap ini, kamu memiliki tumpukan CV dengan jumlah yang tidak sedikit. Disinilah kriteria advantages yang sudah kamu buat tadi akan membantu kamu dalam proses screening CV. Cocokkan CV pada kriteria advantages tersebut. Jika CV memiliki seluruh advantages yang telah kamu susun, masukkan CV tersebut pada tumpukan “yes”. Sedangkan, apabila CV hanya memiliki sebagian advantages, masukkan CV pada tumpukan “maybe”.

Lakukan Screening CV secara lebih mendetail

Biasanya, jumlah CV pada tumpukan “yes” tidak akan terlalu banyak. Sekarang kamu harus melakukan screening CV secara lebih mendetail untuk mencari calon karyawan baru mana saja yang benar-benar stand out. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:

  • Tampilan CV. Perhatikan tampilan CV secara keseluruhan, apakah terlihat rapih, terstruktur, didesain dengan baik, dan sebagainya.
  • Skills CV yang berhasil lolos hingga tahap ini tentunya telah memenuhi seluruh kriteria skills yang telah kamu tentukan. Namun, perhatikan lagi skills apa lagi yang ia cantumkan pada CV.
  • Pengalaman atau penghargaan. Cek kembali apakah ada pengalaman lain yang sekiranya nanti dapat mendukung kandidat jika diterima kerja di posisi perusahaan kamu. Lalu, lihat pula siapa tahu ada penghargaan yang pernah diterima oleh kandidat.
  • Tata bahasa. Hal satu ini wajib diperhatikan jika kamu sedang mencari calon karyawan baru untuk mengisi posisi-posisi seperti content writer, social media officer, marketing, dan sebagainya.

Mengingat pentingnya peran performa karyawan terhadap kesuksesan perusahaan, sudah seharusnya kamu melakukan proses screening CV yang menyeluruh, cepat, tetapi tetap efisien.

Agar nanti karyawan baru betah kerja di tempat kamu, pastikan perusahaan memiliki sistem HR yang praktis dan efisien. kamu bisa menggunakan JojoPayroll solusi payroll otomatis, kelola penggajian dimana saja kapan saja. Karyawan mudah untuk mendapatkan detail gaji dengan tunjangan, pengurangan, dan detail pendapatan lainnya menggunakan dashboard JojoPayroll.