Manufaktur Sebagai Pelaksana Proses Pengolahan Barang Siap Pakai

Manufaktur tentu terdengar cukup asing di telinga masyarakat awam. Namun istilah ini tentu tidak asing lagi bagi Anda yang merupakan kaum pekerja dan profesiona. Bahkan istilah ini juga mulai dikenal oleh para kaum akademisi sehingga mengerti benar mengenai makna dari istilah ini. Sebenarnya istilah ini mengacu pada suatu perusahaan yang memiliki aktivitas produksi. Dengan kata lain istilah ini seringkali diberikan pada suatu perusahaan yang di dalamnya terdapat kegiatan mengolah berbagai bahan mentah atau berbagai bahan baku hingga menjadi barang jadi.

Barang jadi ini umumnya telah siap untuk dikonsumsi atau digunakan oleh para konsumen. Aktivitas pengolahan bahan mentah atau bahan baku hingga menjadi barang jadi inilah yang disebut dengan istilah produksi. Dalam menjalankan proses atau usaha produksi ini tentu setiap perusahaan memiliki acuan dan standar dasar yang akan digunakan oleh para karyawan dalam bekerja. Standar yang dijadikan sebagai acuan bagi karyawan untuk bekerja ini biasanya disebut dengan istilah Standar Operasional Prosedur atau biasa disingkat SOP.

Perkembangan Manufaktur

Mungkin perkembangan dan bahkan sejarah dari manufaktur tidak banyak diketahui orang awam. Sebenarnya sebelum ada perusahaan atau pabrik atau industri rupanya perusahaan atau manufaktur hanyalah terdiri dari tukang saja dan beberapa pembantunya. Para tukang dengan dibantu oleh para pembantunya tersebut kemudian menghasilkan sesuatu. Mereka menghasilkan suatu produk dengan menggunakan keterampilan dan tenaganya tersebut. Di masa itu masih belum ada industri atau pabrik besar yang menghasilkan produk dalam jumlah partai atau dalam jumlah banyak.

Hal ini terjadi sebelum masa revolusi industri sehingga perusahaan pembuat produk barang biasnaya terdapat di daerah pedesaan saja. Jadi di masa ini umumnya produk yang dibuat bergerak di bidang pertanian saja. Lalu terjadilah revolusi industri yaitu masa saat berbagai macam industri atau pabrik bermunculan dan semakin merebak. Revolusi industri sendiri sebenarnya terjadi karena adanya pabrik atau industri persenjataan atau alat senjata yang kemudian menjadi tonggak berdirinya dan tonggak munculnya pabrik dan industri lainnya.

Di masa setelah terjadinya revolusi industri rupanya pabrik-pabrik semakin berkembang pesat. Perusahaan atau pabrik semakin besar dan jumlah pegawai yang dipekerjakan juga semakin banyak. Industri manufaktur semakin berkembang sehingga terjadilah proses modernisasi. Bahkan proses modernisasi ini tidak terjadi pada aspek produksi saja tetapi juga meluas ke berbagai sektor lainnya seperti misalnya sektor perdagangan dan gaya hidup konsumen.

Karakter Manufaktur

Umumnya manufaktur memiliki beberapa karakter utama yang dapat diperhatikan. Beberapa dari karakter tersebut antara lain yaitu sebagai berikut:

1. Mengelola bahan mentah menjadi barang jadi.

Karakter atau ciri utama dari manufaktur adalah adanya proses pengolahan bahan mentah atau bahan baku menjadi suatu produk yang bisa dikonsumsi oleh konsumen. Proses pengolahan atau proses produksi inilah yang membedakannya dengan perusahaan lain. Nantinya produk yang telah jadi akan disalurkan dan dijual ke pasar atau kepada para konsumen.

2. Proses produksi tidak melibatkan konsumen.

Dalam aktivitas produksi yang dilakukan di perusahaan ini tentunya tidak melibatkan peran serta dari para konsumen. Artinya disini adalah para konsumen hanya dapat melakukan tindakan menggunakan atau menikmati produk yang telah dihasilkan oleh perusahaan. Para konsumen ini tentunya tidak ikut serta dalam kegiatan proses produksi atau proses pembuatan produk.

3. Hasil produksi dapat dipakai atau digunakan.

Perusahaan manufaktur sudah tentu menciptakan atau membuat atau memproduksi barang yang dapat dilihat secara fisik. Tidak hanya itu saja tetapi produk yang dihasilkannya juga dapat dipegang atau dirasakan. Lebih jauh lagi produk yang dihasilkannya ini dapat digunakan atau dipakai oleh para konsumen. Tentu saja dalam hal ini produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut bisa berguna bagi konsumen.

4. Adanya ciri ketergantungan dari konsumen terhadap produk.

Umumnya bila konsumen merasa senang dan puas terhadap suatu produk maka konsumen tersebut akan mencari produk yang sama lagi. Hal ini telah mnejadi bukti bahwa konsumen mulai tergantung pada produk yang sama. Oleh karena itu perusahaan harus tetap menjaga mutu dan kualitas produk yang telah dihasilkan.

Fungsi Manufaktur

Manufaktur juga memiliki berbagai macam fungsi yang cukup esensial. Adapun fungsi manufaktur ini pada dasarnya yaitu untuk hal-hal berikut ini.

1. Fungsi Produksi

Dalam hal ini perusahaan berfungsi untuk membuat bahan mentah atau bahan baku menjadi barang jadi. Barang jadi ini kemudian dapat dijual kepada para konsumen sehingga bisa digunakan oleh konsumen. Tentunya ada banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah perusahaan dalam memproduksi barang terlebih lagi jika produk yang dihasilkan berkualitas baik.

2. Fungsi Pemasaran

Sebuah perusahaan tentu menciptakan atau menghasilkan suatu produk untuk kemudian dijual pada konsumen. Kegiatan memasarkan memang identik dengan proses penyaluran produk dari produsen hingga ke konsumen. Tentunya kegiatan pemasaran produk dengan target konsumen ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Keuntungan bisa diperoleh dari hasil penjualan produk di pasar.

3. Fungsi Administrasi dan Umum

Pada sebuah perusahaan manufaktur pada dasarnya terdapat beberapa aturan dan kebijakan yang diberlakukan pada para tenaga kerja. Pengarahan ini dilakukan agar pekerja dapat melakukan kegiatan operasional dengan baik sehingga bisa memberikan hasil produk yang bermutu dan berkualitas tinggi. Di dalam perusahaan ini juga sudah tentu terdapat biaya pengeluaran yang semuanya ini berhubungan dengan seluruh kegiatan administrasi.

4. Fungsi Keuangan

Setiap perusahaan perlu mengeluarkan biaya untuk bisa menjalankan proses produksi. Ada banyak macam biaya yang akan dikeluarkan oleh perusahaan. Mulai dari biaya pembelian bahan mentah dan bahan baku hingga biaya pegawai. Tidak hanya itu saja tetapi perusahaan juga menjalankan fungsinya sebagai penghasil upah bagi para pegawainya.

Pentingnya manufaktur memang harus dapat dipahami dalam mendukung perekonomian pada umumnya. Sama halnya bila perusahaan menggunakan produk yang sesuai untuk sistem keuangan perusahaan. Misalnya melalui penggunaan produk seperti JojoExpense. Dimana melalui produk yang satu ini maka nantinya diharapkan bisa memberikan catatan pengeluaran dan pemasukan perusahaan yang lebih riil dan detail. Termasuk dapat membantu untuk mempermudah proses reimburse dan penyediaan kas yang lebih tersistem. Sehingga resiko kecurangan bisa diminimkan.

Tentu saja semua ini dapat diperoleh berkat berbagai macam fitur yang memang diberikan pada JojoExpense. Misalnya saja fitur Digital Reimbursement, OCR (Auto Read Receipt) on mobile, Multiple Receipts Attachment, Approval Policies by Amount, Multi-stage Approval & Disbursement Flow., Approval Status Tracking Monitor, serta beberapa fitur menarik lainnya. Oleh karena itu sebaiknya jangan meragukan jika ingin berpindah dan menggunakan produk tersebut. Segera saja dapatkan coba gratis JojoExpense untuk membuktikan sendiri manfaat dan fungsinya. Jangan biarkan keuangan perusahaan mengalami kerugian dan tidak tersistem dengan baik. Percayakan selalu hanya pada produk andalan terbaik yaitu JojoExpense.