Pengertian dari Open Source, simak penjelesannya!

Berbicara soal komputer, biasanya terdapat sistem operasi dan software yang diinstal agar sebuah komputer dapat digunakan dengan baik. Software ini bisa hadir pastinya karena ada yang membuat dan mendistribusikan. Sehingga dalam dunia software, sangat penting sekali dengan sesuatu bernaa lisensi. Yup, lisensi digunakan untuk melindungi hak cipta dari software tersebut, sehingga karya seseorang lebih dihargai. Seperti layaknya karya seorang seniman yang memiliki ciri khas dari seniman tersebut untuk membedakan karyanya agar tidak dijiplak oleh seniman lain.

Untuk mendapatkan lisensi sebuah software, terdapat dua cara, yaitu berbayar dan tidak berbayar. Contohnya, jika Anda menggunakan jenis sistem operasi komputer Windows, yang terinstal juga Microsoft Ofice di dalamnya, maka sistem operasi dan software tersebut termasuk software berbayar. Anda perlu membayar lisensi dari pihak pembuatnya terlebih dahulu sebelum dapat menggunakannya secara legal. Selain sistem berbayar, ada juga yang tidak berbayar atau gratis. Eittss, namun gratis ini kadang ada tapinya. Meskipun ada software yang dapat diakses atau dimodifikasi secara cuma-cuma, terdapat beberapa jenis software yang bisa diakses secara gratis namun ada “perlakuan khusus”, baik dalam hal waktu pemakaian, adanya iklan, ataupun terlihat atau tidaknya kode sumber. Berikut merupakan macam-macam lisensi software tidak berbayar yang sering dirilis di pasaran:

  • Freeware: software dengan lisensi ini biasanya gratis untuk dipakai, namun penggunanya tidak bisa melihat source code tersebut. Selain itu, pengguna juga tidak boleh memodifikasi software tersebut. Sebuah software dengan lisensi freeware biasanya tidak memiliki batasan jumlah dan waktu pemakaian.
  • Shareware: software dengan lisensi ini dapat diunduh dan digunakan secara gratis selama waktu tertentu saja. Ciri khas dari software lisensi shareware adalah adanya batasan waktu pemakaian, atau biasa dikenal dengan masa trial / percobaan. Lama waktunya bermacam-macam, mulai dari 7 hari hingga 30 hari. Setelahnya, software tersebut tidak lagi bisa digunakan atau ada beberapa fitur yang terkunci. Jika pengguna merasa puas dan ingin melanjutkan untuk memakai software tersebut, maka pengguna bisa membeli lisensi penggunaan dari software tersebut.
  • Adware: software dengan lisensi ini bisa didapatkan dan digunakan secara gratis. Namun, ketika digunakan, akan terdapat banyak iklan yang muncul. Iklan ini adalah sumber penghasilan bagi pembuat software tersebut.
  • Nah, ada juga sebuah jenis lisensi software yang mengutamakan kebebasan bagi penggunanya untuk membayar ataupun memodifikasi software tersebut. Lisensi ini disebut sebagai “Open Source”. Biasanya, software dengan lisensi ini dapat diakses secara gratis dan legal. Lalu, apa sih pengertian open source? Gimana plus minusnya software dengan lisensi open source ini? Nah, berikut ini akan kami jelaskan mengenai pengertian open source beserta macam-macam dan plus minus dari open source.

Open Source adalah sebuah label atau lisensi pengembangan yang pengelolaannya tidak dikoordinasi serta dikontrol oleh seorang individu atau sebuah lembaga pusat saja. Melainkan, open source dikoordinasi oleh pengguna yang saling bekerja sama dalam penggunaan source code (kode sumber) yang tersedia bebas dan dapat diakses atau dimodifikasi oleh siapa pun.

Maka demikian, setiap orang dapat menggunakan suatu program berlabel open source secara gratis. Dan bahkan jikalau program tersebut dirasa kurang atau memerlukan fitur tambahan, maka siapa saja—termasuk anda—dapat memodifikasinya serta ikut berkontribusi membuat program tersebut agar menjadi lebih baik.

Intinya, sebuah sistem operasi maupun perangkat lunak yang memakai label atau lisensi open source pastinya selalu membebaskan penggunanya untuk berkreasi sesuka hati tanpa adanya intervensi untuk mempelajari, mengubah, mengutak-atik, menambah bagian tertentu, memperbaiki, atau menyatakan bahwa sebuah program open source memiliki kesalahan.

Meskipun begitu, pengguna tetap diharuskan untuk bertanggung jawab penuh dan tidak asal-asalan dalam melakukan modifikasi sistem operasi dan perangkat lunak.

Contoh-contoh Software Open Source

Memangnya, apa aja sih software yang termasuk dalam software berlisensi open source? Nah, berikut ini adalah berbagai contoh sistem operasi atau software yang menggunakan lisensi open source. Selain itu, juga disebutkan beberapa software berbayar sebagai perbandingan saja. Berikut ini contoh-contohnya:

  • Sistem operasi berlisensi open source : UNIX, Linux, dan berbagai macam turunannya. Linux sendiri memiliki beberapa jenis varian (atau disebut distro), seperti Slackware, Debian, SuSE, dan RedHat. Sedangkan sistem operasi berbayar contohnya Microsoft Windows dan MacOS.
  • Macam-macam software grafis berlisensi open source: GIMP, InkScape, Abhishek’s GLIMPSE dan Digikam. Sedangkan perangkat lunak jenis ini yang berbayar: Adobe Photoshop dan Corel Draw.
  • Macam-macam software pengolah kata berlisensi open source: LibreOffice dan OpenOffice. Sedangkan yang berbayar: Microsoft Office.
  • Sistem operasi untuk Smartphone berlisensi open source: Android dan Firefox OS. Sementara Windows Phone dan iOS merupakan sistem operasi smartphone berbayar.

Kelebihan Open Source

  • Pengguna Bebas Mengembangkan Sistem

Open source memungkinkan penggunanya untuk mempelajari kode sumber dari suatu perangkat lunak. Open source juga membebaskan penggunanya untuk berkreasi sebebas-bebasnya dalam halnya melihat dan memahami kode sumbernya.

Tidak hanya itu saja, open source juga memperbolehkan dan memungkinkan penggunanya untuk memodifikasi sistem operasi maupun perangkat lunak, tentunya agar sistem operasi tersebut menjadi lebih baik digunakan.

Intinya, Open Source membebaskan; baik itu memodifikasi, mendistribusikan, serta mengedit ulang, menggunakan, dan lain sebagainya.

  • Legal (Tidak melanggar hak cipta)

Jika anda memakai perangkat lunak yang berbayar, lalu kemudian memodifikasi dan mendistribusikannya, maka hal itu akan dianggap ilegal oleh pihak pengembang. Akan tetapi, jika anda memakai perangkat lunak berlisensi open source, lalu memodifikasinya dan mendistribusikannya, maka hal itu akan sah-sah saja di mata hukum alias legal.

  • Tidak Ada Versi Bajakan

Karena semua pengguna bebas menggunakan dan memodifikasi perangkat lunak berlisensi open source. Artinya, semua versi adalah versi yang asli; tidak ada bajakan, karena semua orang dapat memodifikasinya secara gratis dan dibagikan secara gratis pula.

Sedangkan pembajakan biasanya terjadi dalam dunia perangkat lunak yang berbayar. Salah satu alasan seseorang melakukan pembajakan adalah karena harga perangkat lunak tersebut cukup mahal dan tidak semua orang bisa membelinya.

Perlu diketahui, bahwa menggunakan perangkat lunak versi bajakan adalah tindakan ilegal di mata pihak pengembang.

Kekurangan Open Source

Berikut ini beberapa kekurangan dari software berlisensi open source, diantaranya :

1. Tak Punya Dukungan Dana dan Pemasaran: Berbeda dengan software berbayar yang didukung dana serta pemasaran dari pihak perusahaan, software berlisensi open source tak punya dukungan tersebut, atau hampir tidak punya jika tidak ingin dikatakan tidak ada sama sekali. Sehingga waktu yang diperlukan untuk mengenalkan software berlisensi open source cenderung lebih lama.

2. Kurang Familiar: Bagi beberapa orang awam, software atau sistem operasi berlisensi open source terlalu asing dan akhirnya hanya sedikit orang yang mengetahui dan menggunakannya. Selain itu, tampilan pada software berlisensi open source bisa jadi berbeda dengan perangkat lunak berbayar yang banyak digunakan oleh masyarakat, sehingga penggunanya harus memahaminya dengan cara otodidak.

Jojonomic telah dipercaya puluhan ribu karyawan di Indonesia. Dengan JojoExpense, pengeluaran perusahaan tercatat dengan baik dan terhindar dari penipuan keuangan. Mulai sekarang, kendali penuh di tangan Anda. Kelola seluruh anggaran perusahaan hanya dengan ponsel Anda. Setujui maupun tolak pengajuan reimbursement dan cash advance kapanpun dimanapun. Pantau pula penggunaan budget karyawan. Yuk, beralih ke Solusi Digital.